JAKARTA. Rencana kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai Progress98 yang ingin menginap di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, gagal. Tiga orang aktivis dari kelompok tersebut malah diusir aparat kepolisian. Awalnya ada sekitar tiga hingga sampai lima orang anggota kelompok tersebut yang berdiam diri di ruang tunggu Gedung KPK. Mereka menuntut agar dapat bertemu dengan pimpinan KPK untuk meminta penjelasan soal kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan Presiden terpilih, Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri yang telah dilaporkannya. Sekitar pukul 19.30 WIB, para petugas kemanan KPK mendatangi mereka dan meminta secara baik-baik untuk meninggalkan Gedung KPK. Mereka bersikeras untuk bertahan duduk di dalam gedung. Mereka baru bersedia meninggalkan lokasi jika mendapatkan surat pernyataan penolakan izin menginap dari KPK yang ditandatangani oleh pimpinan.
Polisi usir aktivis Progress98 dari gedung KPK
JAKARTA. Rencana kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai Progress98 yang ingin menginap di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, gagal. Tiga orang aktivis dari kelompok tersebut malah diusir aparat kepolisian. Awalnya ada sekitar tiga hingga sampai lima orang anggota kelompok tersebut yang berdiam diri di ruang tunggu Gedung KPK. Mereka menuntut agar dapat bertemu dengan pimpinan KPK untuk meminta penjelasan soal kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan Presiden terpilih, Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri yang telah dilaporkannya. Sekitar pukul 19.30 WIB, para petugas kemanan KPK mendatangi mereka dan meminta secara baik-baik untuk meninggalkan Gedung KPK. Mereka bersikeras untuk bertahan duduk di dalam gedung. Mereka baru bersedia meninggalkan lokasi jika mendapatkan surat pernyataan penolakan izin menginap dari KPK yang ditandatangani oleh pimpinan.