Polytron upayakan penjualan TV tidak terperosok lebih dalam di tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan elektronik Polytron mencatatkan penurunan penjualan produk televisinya. Penurunan itu sebesar 10% per September 2018 dibandingkan September 2017 lalu.

Chief Commercial Officer Polytron Indonesia Tekno Wibowo mengatakan, tren penjualan televisi di tahun ini diakui landai. “Walaupun pada Piala Dunia 2018 dan Asian Games ada peningkatan,” katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (10/10).

Tapi di event besar itu tidak terlalu mendongkrak penjualan secara signifikan. Menurut Wibowo, sejak awal tahun 2018 pihaknya sudah tidak memasarkan lagi produk televisi yang dijual di tahun 2017. “Karena suppliernya sudah tidak ada juga,” ungkapnya.


Menurut Wibowo, total televisi tabung yang dijual di 2017 cukup besar pembelinya. Tapi karena sudah tidak dijual lagi, kini Polytron hanya mengandalkan produk televisi layar datar. Per September 2018, perolehan penjualan televisi layar datar meningkat drastis sebesar 50% karena konsumen beralih dari televisi tabung ke televisi layar datar LED.

Tapi secara total pendapatan, belum bisa mengalahkan perolehan penjualan televisi di September 2017 lalu. Wibowo mengatakan, ada beberapa anggapan yang mengatakan jika televisi layar datar LED dinilai mahal jika ada kerusakan. “Karenanya kita berani memberi garansi hingga 5 tahun,” ungkapnya.

Upaya itu, kata Wibowo, salah satunya agar penjualan Polytron sampai akhir tahun ini tidak terus menurun. Jika pada September 2018 pendapatan penjualan TV Polytron turun 10%, maka diharapkan sampai akhir tahun penurunan itu tidak lebih besar dari 10%.

Wibowo juga mengatakan pihaknya sedikit banyak berharap pada momen yang menjadi musim masyarakat berbelanja elektronik. Momen itu adalah momen natal dan tahun baru. Sebab berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, natal dan tahun baru kerap memberikan kontribusi positif pada penjualan televisi. “Khususnya di wilayah Tengah dan Timur Indonesia,” tambahnya.

Tapi, mengingat beberapa wilayah itu baru saja terkena bencana seperti Lombok dan Palu, Wibowo agaknya pesimis natal tahun ini penjualan bisa sebagus tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .