Pondok Indah Mall agak sepi selama Asian Games



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) memproyeksikan kinerja keuangannya pada Agustus 2018 melambat. Alasannya, ada kebijakan pelat nomor kendaraan ganjil genap di sepanjang jalan Metro Pondok Indah selama Asian Games 2018.

Maklumlah, portofolio bisnis Metropolitan di segmen pendapatan sewa banyak tersebar di kawasan tersebut. Misalnya Pondok Indah Mall 1, Street Galery, dan Pondok Indah Mall 2.

Wakil Direktur Utama PT Metropolitan Kentjana Tbk Jeffri Sandra Tanudjaja menjelaskan, kebijakan ganjil genap selama Asian Games mengurangi tingkat kunjungan ke Pondok Indah. Indikasinya, parkiran tak penuh, bahkan di dekat lobby saja banyak yang kosong, ungkap dia kepada KONTAN, Minggu (2/9).


Lantaran belum melalui proses evaluasi, Jeffri belum bisa mengungkapkan berapa persentase penurunan penjualan selama Agustus.

Tapi, manajemen Metropolitan Kentjana bersyukur, kebijakan ganjil genap di kawasan jalan Metro Pondok Indah tidak berlanjut. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memperpanjang kebijakan ganjil-genap, kecuali pada ruas jalan tertentu, salah satunya jalan Metro Pondok Indah.

Di semester pertama tahun ini, kinerja keuangan Metropolitan Kentjana juga cenderung melambat. Di periode tersebut, emiten dengan kode saham MKPI di Bursa Efek Indonesia ini mencatatkan pendapatan Rp 1,19 triliun. Jumlah ini menurun 9% dibandingkan pendapatan semester I 2017 sebesar Rp 1,32 triliun.

Jeffri menjelaskan, penurunan itu lebih disebabkan karena jumlah unit properti yang dijual selama semester I 2018 tidak sebanyak di periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, pendapatan perusahaan ini di segmen pendapatan sewa justru meningkat. Pendapatan sewa pusat perbelanjaan MKPI, misalnya, tumbuh 4,61% year-on-year (yoy) menjadi Rp 394,9 miliar. Kenaikan itu karena banyak tenant yang masa kontraknya habis di awal tahun ini, begitu mereka memperpanjang, kami sudah kenakan harga kontrak yang baru, ungkap Jeffri.

Akan tetapi dari sisi volume okupansi, tenant di pusat belanja sudah mengisi 100% kapasitas. Oleh karena itu, segmen sewa pusat perbelanjaan tidak banyak ruang untuk berkontribusi lebih besar lagi.

Sedangkan untuk pendapatan sewa perkantoran, tingkat keterisiannya masih 90%. Masih ada ruang untuk bertumbuh, kata Jeffri. Selama ini, MKPI memiliki sejumlah kawasan perkantoran, seperti Pondok Indah Office Tower.

Demi menambah pendapatan sewa pusat belanja, MKPI membangun Pondok Indah Mall 3. Proyek yang menelan investasi Rp 2,4 triliun ini ditargetkan rampung tahun 2020.