Porsi Asing Susut Jadi 68%, BCA Andalkan Investor Jangka Panjang & Dividen Interim



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengincar investor jangka panjang di tengah perubahan komposisi pemegang saham perseroan. Presiden Komisaris BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, porsi investor asing dalam saham publik BCA mengalami penurunan. “BCA itu sekitar 42% floating share. Jadi dimiliki oleh publik 42%. Dari 42%, tadinya itu 78% dimiliki asing. Sekarang tinggal 68%, berarti turun 10%. Sehingga harganya turun banyak," ujar Jahja dalam acara Navigating The Economy Across Generation di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Adapun Jahja menyebut jumlah retail share holder BCA meningkat cukup pesat, namun peningkatan investor ritel tersebut belum mampu sepenuhnya menampung aksi jual investor asing.

Baca Juga: Visa Siapkan Roadmap Baru untuk Perkuat Keamanan Pembayaran Digital Indonesia "Kalau kita lihat pemilik retail shareholder itu meningkat cukup pesat. Dari sekitar 400.000 sampai 700.000-an saat ini. Jadi retail itu meningkat tapi gak sanggup melawan ataupun menampung kalau asing mau menjual. Nah kita bersyukur 68% itu masih cukup signifikan dimiliki oleh asing saat ini," jelasnya. Karena itu, Jahja mengatakan BCA memang mengarahkan strategi kepemilikan sahamnya kepada investor asing yang memiliki orientasi jangka panjang. “Investor asing yang kita mau adalah investor long term holders,” tegasnya. Ia menyebut perusahaan asuransi, dana pensiun, dan dana sosial lainya sebagai contoh investor yang memiliki karakter tersebut. Untuk menjaga mereka, BCA memberikan pembagian dividen interim secara berkala. “Sebab itu kita bikin interim dividen itu setiap tiga bulan. Jadi Juni, September, Desember itu ada interim dividen,” kata Jahja. Menurut Jahja, pembagian dividen secara berkala membuat investor tetap memiliki alasan untuk mempertahankan saham BCA. “Mereka happy sekali. Mereka katakan, ya kita akan tetap sebagai long term holder karena setiap tiga bulan kita dapat cash flow dari BCA,” tuturnya.

Baca Juga: PermataBank Divestasi Saham di Honest Financial Technologies Senilai Rp77,56 Miliar


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News