KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan porsi impor minyak mentah (crude oil) Indonesia dari Timur Tengah hanya sekitar 20%–25% dari total impor. Hal ini disampaikan Bahlil menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dari total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20% sampai 25%. Selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Angola, dari Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brazil. Jadi secara keseluruhan impor kita untuk crude, 20% sampai 25% dari Selat Hormuz, selebihnya tidak dari sana.
Porsi Impor Minyak RI dari Timur Tengah 25%, Pemerintah Siapkan Skenario Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan porsi impor minyak mentah (crude oil) Indonesia dari Timur Tengah hanya sekitar 20%–25% dari total impor. Hal ini disampaikan Bahlil menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dari total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20% sampai 25%. Selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Angola, dari Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brazil. Jadi secara keseluruhan impor kita untuk crude, 20% sampai 25% dari Selat Hormuz, selebihnya tidak dari sana.
TAG: