Porsi kredit mikro bank BUMN naik cukup tinggi, ini komentar BRI dan Mandiri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Porsi kredit mikro bank BUMN sampai kuartal III-2018 tercatat naik dari 85% ke 86%. Hal ini berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam statistik perbankan Indonesia (SPI) Agustus 2018 yang dirilis Selasa (23/10) lalu.

Seiring dengan kenaikan porsi kredit, pertumbuhan kredit bank BUMN juga naik cukup tinggi. Kredit mikro bank BUMN sampai kuartal III-2018 tercatat naik 16% yoy.

Kenaikan pertumbuhan kredit mikro bank BUMN ini dialami oleh PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.


Bank Mandiri misalnya, sampai kuartal III-2018, mencatat penyaluran kredit sektor mikro sebesar Rp 97,52 triliun, naik 27,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kami berharap bisa menpertahankan tren positif ini hingga akhir tahun nanti,” kata Rohan Hafas Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rabu (24/10).

Untuk itu Bank Mandiri akan cenderung menerapkan kebijakan ekspansi yang konservatif dengan fokus pada portofolio yang memiliki risiko rendah.

Selain Bank Mandiri, BRI juga mencatat realisasi pertumbuhan kredit mikro sebesar 16,3% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 266 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 229 triliun.

“Pertumbuhan kredit mikro ini salah satunya disumbang oleh realisasi penyaluran KUR,” kata Priyastomo, Direktur Kredit Mikro dan Ritel BRI dalam paparan kinerja, Rabu (24/10).

BRI mencatat realisasi kredit usaha rakyat (KUR) sampai kuartal III-2018 sebesar Rp 69 triliun. Realisasi ini sebesar 86,6% dari target penyaluran sampai akhir 2018 sebesar Rp 79,7 triliun.

Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI bilang KUR ini disalurkan kepada lebih dari 3,4 juta debitur. “Dari total Rp 69 triliun KUR yang berhasil disalurkan 42% diantaranya disalurkan ke sektor produktif,” kata Haru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi