Porsi Pinjol Produktif Terjun: Target OJK 50% Terancam Gagal?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending sejauh ini masih didominasi sektor konsumtif. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan outstanding pembiayaan fintech lending ke sektor konsumtif mencapai Rp 63,63 triliun per November 2025.

"Nilai itu memakan porsi 67,09% dari total outstanding industri fintech lending," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (10/1/2026).

Dengan demikian, Agusman menyampaikan pembiayaan fintech lending ke sektor produktif mencakup 32,91% dari total outstanding industri per November 2025. 


Jika ditelaah dari data OJK, porsi pembiayaan ke sektor produktif per November 2025 tercatat mengalami penurunan. Misalnya saja, per September 2025, porsi pembiayaan fintech lending ke sektor produktif sebesar 34,48%.

Baca Juga: Ribuan Pinjol Ilegal Diblokir OJK: Cek Jumlahnya di 2025!

Artinya, porsi tersebut makin menjauh dari target yang tertuang dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) periode 2023–2028 yang harus mencapai 40%-50% dalam rentang waktu 2025 hingga 2026.

Mengenai target pembiayaan ke sektor produktif, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan industri fintech lending akan terus mengejar target tersebut agar tercapai dalam kurun waktu yang ditentukan.

"Kami terus mengupayakan mengejar agar target tersebut tercapai dengan cara berkerja sama komunitas-komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," ucap Ketua Umum AFPI Entjik Djafar kepada Kontan, Selasa (6/1/2026). 

Selanjutnya: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Minggu (11/1/2026) Kompak Naik

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Minggu (11/1/2026) Kompak Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News