Porsi Saham BYAN yang Akan Dibeli Haji Isam Makin Besar, Investor Ritel Ikut Melirik
Rabu, 07 Oktober 2026 07:52 WIB
Oleh: Adi Wikanto, Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam membeli saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berubah. Jumlah saham BYAN yang akan diakuisisi oleh Haji Isam semakin besar. Di sisi lain, akuisisi saham batubara ini mendorong investor mengoleksi saham milik orang terkaya Indonesia tersebut, Low Tuck Kwong. Harga saham BYAN pun terus meningkat pada Oktober 2026 ini. Manajemen BYAN mengumumkan perubahan atas perjanjian jual beli saham bersyarat dengan perusahaan Haji Isam, yakni PT Jhonlin Baratama.
Melansir keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (6/10), perubahan mencakup jumlah saham biasa BYAN yang akan dialihkan kepada pembeli dari yang semula sebanyak 10 miliar saham berubah menjadi 10,08 miliar saham. Perubahan perjanjian tersebut telah ditandatangani pada 1 Oktober 2026 oleh Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama pembeli. Perjanjian jual beli saham bersyarat tersebut sebelumnya ditandatangani pada 16 September 2026. Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menyampaikan setelah transaksi selesai dan seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama. akan memiliki 10,084 miliar saham biasa BYAN. “Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, PT Jhonlin Baratama akan memiliki 10,08 miliar saham biasa BYAN,” tulisnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis Selasa (6/10/2026). Jenny menyatakan perubahan perjanjian jual beli saham tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Sebelumnya, Bloomberg melaporkan nilai transaksi yang dikaitkan dengan rencana tersebut sekitar US$ 3 miliar. Dengan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp 52,5 triliun. Namun, angka US$ 3 miliar tersebut bukan nilai transaksi resmi yang telah diumumkan dalam keterbukaan informasi BYAN. Perusahaan sejauh ini belum mengungkapkan nilai jual beli 10 miliar saham tersebut. Adapun jika menggunakan angka US$ 3 miliar sebagai acuan, nilainya jauh lebih rendah dibandingkan kapitalisasi pasar BYAN yang berada di kisaran US$ 26 miliar. Baca Juga: Asing Banyak Lepas Saham-Saham ini Saat IHSG Menguat 3 Hari Beruntun, Selasa (6/10) Jumlah investor saham BYAN melonjak Bersamaan dengan rencana akuisisi tersebut, jumlah pemegang saham BYAN meningkat signifikan hingga akhir September 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, jumlah pemegang saham BYAN per 30 September 2026 mencapai 8.187 investor. Jumlah tersebut meningkat 65,76% dibandingkan posisi sebulan sebelumnya. Selain kenaikan jumlah investor, komposisi saham yang beredar di publik atau free float BYAN juga mengalami perubahan. Per 30 September 2026, free float Bayan Resources tercatat sebanyak 7.096.416.630 saham, setara dengan 21,289% dari total saham perseroan. Jumlah free float tersebut bertambah sekitar 709.500 saham dibandingkan posisi sebelumnya.
Pergerakan saham BYAN juga menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham BYAN ditutup pada level Rp 13.450 per saham. Harga tersebut meningkat 9,80% atau naik Rp 1.200 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
BREAKING NEWS! Presiden Prabowo Bicara Buzzer Hingga Serangan di Medsos: Kita Tidak Gentar