Porsi SRBI Meningkat Jadi Rp 819,50 Triliun Per 18 Februari 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indoensia (BI) berkomitmen menurunkan porsi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai langkah ekspansi likuiditas.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat, posisi SRBI dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025, menjadi Rp 730,90 triliun pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi Rp 694,04 triliun pada 20 Januari 2026.

Akan tetapi, meski lebih rendah dari awal 2025, pada 18 Februari posisi SRBI justru kembali meningkat menjadi Rp 819,50 triliun bila dibandingkan bulan sebelumnya.


Baca Juga: Debut Perdana Thomas Djiwandono Dalam RDG BI, Ini yang Disampaikan

“Ekspansi likuiditas rupiah juga ditempuh BI melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp 819,50 triliun pada 18 Februari 2026,” tutur Perry dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026).

Sejalan dengan itu, BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang pada 2026 atau hingga 18 Februari 2026 mencapai Rp 39,92 triliun.

Pembelian SBN tersebut termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp20,23 triliun.

Baca Juga: BI Mencatat Modal Asing masuk ke RI Sebesar US$ 1,6 Miliar Hingga 13 Februari 2026

Adapun ia mengungkapkan, pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter.

Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Bali 2026: Cek Waktu Magrib Tepat di Sini!

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Banjarmasin dan Sekitarnya, Cek di Sini!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News