KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indoensia (BI) berkomitmen menurunkan porsi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai langkah ekspansi likuiditas. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat, posisi SRBI dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025, menjadi Rp 730,90 triliun pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi Rp 694,04 triliun pada 20 Januari 2026. Akan tetapi, meski lebih rendah dari awal 2025, pada 18 Februari posisi SRBI justru kembali meningkat menjadi Rp 819,50 triliun bila dibandingkan bulan sebelumnya.
Porsi SRBI Meningkat Jadi Rp 819,50 Triliun Per 18 Februari 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indoensia (BI) berkomitmen menurunkan porsi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai langkah ekspansi likuiditas. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat, posisi SRBI dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025, menjadi Rp 730,90 triliun pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi Rp 694,04 triliun pada 20 Januari 2026. Akan tetapi, meski lebih rendah dari awal 2025, pada 18 Februari posisi SRBI justru kembali meningkat menjadi Rp 819,50 triliun bila dibandingkan bulan sebelumnya.