KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus memperbesar portofolio pembiayaan yang terkait dengan aspek sosial dan lingkungan. Hingga akhir semester I-2026, nilainya mencapai Rp 842,1 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 58% dari total portofolio kredit BRI. Angka ini meningkat dibandingkan posisi semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp 802,4 triliun. Pembiayaan terkait aspek sosial masih mendominasi portofolio
sustainable finance BRI, yakni sebesar Rp 739,9 triliun.
Porsi terbesar berasal dari kredit mikro sebesar 60,4%, disusul kredit usaha kecil dan menengah (UKM) 37,1% serta pembiayaan perumahan bersubsidi 2,5%.
Baca Juga: Kartu BRI Debit FC Barcelona, Wujudkan Mimpi Nonton di Spotify Camp Nou Sementara itu, pembiayaan yang berkaitan dengan aspek lingkungan mencapai Rp 102,2 triliun atau sekitar 7,1% dari total portofolio kredit BRI. Portofolio pembiayaan lingkungan tersebut antara lain mencakup
sustainable land management dengan porsi 69,2%. Kemudian,
green transportation sebesar 3,1%, energi baru terbarukan 6,5%, produk ramah lingkungan 4,5%, efisiensi energi 2,6%, serta aktivitas lingkungan lainnya. Selain dari sisi penyaluran kredit, BRI juga memperkuat pendanaan berkelanjutan atau
sustainable wholesale funding. Hingga semester I-2026,
sustainable wholesale funding BRI mencapai Rp 37,6 triliun, naik dari Rp 34,8 triliun pada 2025 dan Rp 27 triliun pada 2024. Pendanaan tersebut berasal dari sejumlah instrumen, seperti
green bond, social bond, sustainability-linked loan, dan
social loan.
Social loan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 38%, diikuti
social bond 26,6%,
sustainability-linked loan 23,8%,
green bond 3,7%, dan instrumen lainnya 7,9%.
Baca Juga: Prabowo Minta Rekening Bank Diperluas, BRI dan BSI Siap Jalankan Arahan BRI juga mengaitkan penghimpunan dana melalui instrumen tersebut dengan penyaluran pembiayaan berkelanjutan. Dana dari penerbitan
green bond maupun
social bond digunakan untuk membiayai kegiatan yang memenuhi kriteria sosial dan lingkungan. Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf mengatakan, pengembangan
sustainable finance akan terus menjadi bagian dari strategi pertumbuhan BRI. "Ke depan, BRI akan terus mengembangkan
sustainable finance sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Perseroan. Langkah ini dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek risiko, sekaligus memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai turut menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan," ujar Mahdi dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026). BRI juga mengukur dampak dari pembiayaan yang berasal dari instrumen pendanaan berkelanjutan tersebut. Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, penggunaan dana
social bond berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja UMKM serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan aset usaha nasabah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.
Baca Juga: BRI Siap Dukung Arahan Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening Masyarakat Sementara dari sisi lingkungan, penggunaan dana green bond BRI berkontribusi terhadap penghindaran emisi sebesar 2.711 ktCO₂e per tahun. Pembiayaan tersebut juga mendukung praktik
sustainable land management, termasuk melalui pembiayaan kepada pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi ISPO maupun RSPO. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News