Pos Indonesia siap turunkan tarif pengiriman



JAKARTA. Semakin banyak pebisnis yang terjun di layanan pos membuat PT Pos Indonesia (Pos) mulai berbenah diri. Perusahaan pelat merah ini berniat menurunkan tarif layanan.

Budi Setiawan, Direktur Utama Pos menjelaskan, Pos membagi layanan bisnis dalam dua kategori. Pertama, layanan pengiriman umum (LPU) yang tarifnya telah dipatok pemerintah. Misalnya, tarif pengiriman pos biasa termurah adalah Rp 1.500. Kedua, layanan pengiriman korporat (LPK).

Nah, Pos bisa menentukan sendiri besaran tarif untuk LPK. "Tarif untuk layanan pengiriman e-commerce memang masih mahal. Ini yang akan kami coba rombak," ujar Budi ke KONTAN, akhir pekan lalu. Namun, dia belum bisa memberi tahu persentase penurunannya.


Dengan penyesuaian tarif, Pos berharap volume pengiriman surat dan paket bertambah lebih banyak lagi. Saban tahun, volume surat dan paket yang Pos kirim tumbuh 25%. Sayang, Budi mengaku tidak ingat volumenya lantaran produk Pos amat banyak.

Asal tahu saja, surat dan paket masih menjadi kontributor utama pendapatan PT Pos yang tahun ini membidik pendapatan Rp 4,7 triliun, yakni 52%-53%. Sisanya dari jasa keuangan sebesar 37%-38%, ritel (5%), sewa properti (2%), dan pengelolaan tresuri.

Budi memproyeksikan komposisi bisnis surat dan paket akan merosot menjadi sedikit di bawah 50% tahun depan, seiring dengan jumlah gerai ritel Post Shop kian banyak. Sepanjang tahun ini, Pos berencana menambah 300 gerai - 400 gerai baru lewat kerjasama dengan jaringan ritel Indomaret, Alfamart, dan Circle K. Saat ini, baru puluhan gerai Post Shop yang mulai beroperasi.

Pos juga menargetkan memulai bisnis properti tahun depan. "Persetujuan pemegang saham kami dapat satu atau dua minggu lagi," katanya. Pos bakal membangun hotel budget di Bandung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon