Posisi Lehman Kian Di Ujung Tanduk



NEW YORK. Seorang George Soros ternyata bisa saja keliru dalam mengambil keputusan berbisnis. Tengok saja kinerja Soros Fund Management LLC. Hedge fund milik miliuner ini diperkirakan mengalami kerugian paling sedikit US$ 120 juta dari penurunan nilai sahamnya di Lehman Brothers Holding Inc.

Menurut data Security and Exchange Commission, Soros Fund Management telah membeli 9,47 juta saham atau 1,4% dari total saham Lehman antara 31 Maret hingga 30 Juni lalu. Hedge fund yang mengelola US$ 20 miliar itu bisa mengalami kerugian dengan jumlah maksimal US$ 380 juta. Besar kecilnya kerugian, sangat  tergantung dari waktu membeli saham dan apakah mereka masih memegang saham-saham tersebut hingga saat ini.

Jika Soros membeli saham Lehman pada harga tertingginya di kuartal itu, artinya, ia harus merogoh kocek senilai US$ 450 juta. Namun, jika ia membeli di harga terendah, Soros hanya perlu membayar US$ 188 juta saja. Kemarin, nilai total saham yang dibeli Soros hanya tinggal US$ 69 juta. Itu disebabkan harga saham Lehman tahun ini sudah anjlok 88%.


Selain Soros, AllianceBernstein LP, Wellington Management Co., dan Janus Capital Group Inc. juga membeli saham Lehman di kuartal kedua. Sayangnya, juru bicara dari semua perusahaan itu menolak berkomentar kepada Bloomberg.

Periode tersulit bagi Lehman

Posisi Lehman saat ini memang sedang berada di ujung tanduk. Hari ini, Lehman melaporkan kerugian kuartal ketiga sebesar US$ 3,9 miliar dan penyusutan aset sebesar US$ 5,6. Ini merupakan kerugian terbesar yang dialami Lehman sejak perusahaan ini didirikan 158 tahun yang lalu.

Selain itu, Lehman juga berencana memangkas dividennya hingga 90%. "Ini masa yang luar biasa bagi industri dan satu di antara periode tersulit yang dihadapi perusahaan," ujar Richard Fuld, CEO Lehman. Asal tahu saja, sejak 31 Mei lalu, Lehman telah merumahkan sekitar 1.500 karyawannya.

Sebenarnya, Lehman memajukan laporan kinerjanya seminggu lebih dini. Sebab, seseorang telah membocorkan bahwa pembicaraan akuisisi Lehman oleh Korea Development Bank sudah berakhir hari ini. Akibatnya, harga saham Lehman pun anjlok tajam.

Alhasil, kini, Lehman tengah memasuki masa krisis. Padahal, Lehman memegang lebih dari US$ 60 miliar aset kredit perumahan. Sekarang, Lehman tengah berupaya menjalankan beberapa strategi untuk menyelamatkan kinerjanya. Salah satunya, Lehman berencana menjual lebih dari US$ 4 miliar aset KPR Inggrisnya kepada BlackRock Inc.

Selain itu, sekuritas terbesar keempat di AS itu pun tengah melelang 55% grup aset manajemennya, termasuk fund-manager Neuberger Berman. Penjualan itu rencananya akan diumumkan Oktober.

Lehman juga akan melepas (spin-off) aset properti komersialnya senilai US$ 25 miliar - US$ 30 miliar. Nantinya, aset ini akan menjadi perusahaan yang berdiri sendiri bernama Real Estate Investments Global. Aksi itu diharapkan rampung pada  kuartal pertama 2009.

Fuld kemarin bilang bahwa ia akan mempertimbangkan tawaran pembelian seluruh perusahaan. Padahal, sebelumnya, pejabat CEO terlama di Wall Street ini selalu berusaha menjaga agar Lehman tetap independen. Lagi-lagi, ini merupakan satu bukti bahwa posisi Lehman kian berada di ujung tanduk.

Bloomberg, Reuters

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie