Potensi ESG di Indonesia Menurut Maybank Sekuritas



KONTAN.CO.ID - Maybank Kim Eng Group (Maybank IBG) mengumumkan perubahan namanya untuk menyelaraskan brand dengan Maybank sebagai masterbrand (15/12/21). Perubahan ini ditandai dengan hilangnya kata Kim Eng di nama perusahaan dan logo mereka.

“Nama grup kami telah berubah menjadi Maybank Investment Banking Group. Sedangkan nama brand kami di Indonesia telah berubah menjadi Maybank Sekuritas,” jelas Wilianto Ie, Presiden Direktur Maybank Sekuritas kepada Kontan (11/1).

Wilianto menambahkan, dengan adanya penyelarasan nama ini, Maybank Sekuritas akan terus mengikuti komitmen Maybank Investment Banking Group dalam memprioritaskan ESG, dimana ESG menjadi salah satu prioritas strategis M25 Plan dari Maybank Group.


“Isu mengenai perubahan iklim, lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG semakin menjadi perhatian para investor dalam berinvestasi. Maybank Sekuritas sebagai bagian dari Maybank IBG ingin menjadi thought leader dalam aspek ESG di Indonesia,” ujar Wilianto. “Wujud komitmen kami dalam ESG terlihat dari berbagai pencapaian kami, salah satunya menjadi Joint Lead Manager dan Joint Bookrunner penerbitan sukuk global pemerintah Republik Indonesia sebesar USD2,5 miliar, yang mendapatkan penghargaan Best Green Sukuk dari The Asset Triple A, Islamic Finance Awards 2021,” lanjutnya.

Menurut Maybank Sekuritas, ESG bukanlah hal yang baru di Indonesia, baik dalam hal makro maupun kebijakan pemerintah. Bahkan, kinerjanya sudah semakin berkembang dari tahun ke tahun. “Maybank Sekuritas percaya bahwa tren ESG akan semakin mainstream dalam kurun tiga hingga lima tahun ke depan,” kata Wilianto. “Untuk membimbing para investor memasuki tren itu, Maybank Sekuritas juga telah menerbitkan 80 halaman laporan analisis riset mengenai ESG di Indonesia dalam bentuk ESG Compendium di tahun 2021,” lanjutnya.

Wilianto mengemukakan, bahwa berdasarkan ESG Compendium yang disusun oleh tim riset Maybank Sekuritas Indonesia, peluang berkembangnya ESG di Indonesia masih besar. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Produksi mobil dan motor listrik diprediksi akan mencapai 2 juta unit di tahun 2025, atau sebanding dengan 20% dari target produksi nasional. Di tahun 2030, prediksi dari produksi ini akan meningkat hingga 3.05 juta unit. 
  2. Rencana pemerintah dalam mengembangkan industri baterai akan mencangkup 3 pilar utama: pertambangan, produksi baterai, dan stasiun pengisi baterai. Estimasi total investasi tersebut dapat mencapai lebih dari $20miliar.
  3. Peluang green financing yang masih belum tersentuh setelah Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan regulasi penerbitan obligasi hijau (green bond), dengan minimum 70% dari hasilnya akan digunakan untuk membiayai bisnis ramah lingkungan.
Selain ESG Compendium yang diproduksi tahunan, Maybank Sekuritas juga memiliki laporan riset ESG Tear Sheet, yang merangkum analisa kinerja emiten dengan masing-masing aspek Environmental, Social, dan Governance. “Hingga saat ini, kami telah menganalisis 36 emiten dalam laporan riset ESG Tear Sheet,” tambah Wilianto.

“Sesuai dengan komitmen Maybank IBG dalam menjaga idealisme dan membangun deep intelligence di ASEAN, Maybank Sekuritas turut berusaha untuk memfokuskan diri lebih tajam dalam mengarahkan transisi nasabah kami untuk ikut memprioritaskan ESG.” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Indah Sulistyorini