BANDUNG. Pemerintah memperkirakan, potential loss alias potensi kerugian ekonomi akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya tidak terlalu besar. Sebab, kerusakan infrastruktur dasar publik, seperti jalan dan jembatan, minim. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menunjukkan bukti, masyarakat tetap bisa melakukan kegiatan ekonomi sehari-hari mereka. Jadi, "Tidak seberat bencana gempa-gempa sebelumnya, seperti di Yogyakarta, Aceh, Pangandaran, dan Bengkulu," katanya, Rabu (9/9). Sayang, Paskah belum mau mengungkap hasil penghitungan sementara, baik kerugian kerusakan rumah dan bangunan, maupun potensi kerugian ekonomi. Alasannya, Bappenas masih terus melakukan penilaian.
Potensi Kerugian Ekonomi Tidak Sedahsyat Gempanya
BANDUNG. Pemerintah memperkirakan, potential loss alias potensi kerugian ekonomi akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya tidak terlalu besar. Sebab, kerusakan infrastruktur dasar publik, seperti jalan dan jembatan, minim. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menunjukkan bukti, masyarakat tetap bisa melakukan kegiatan ekonomi sehari-hari mereka. Jadi, "Tidak seberat bencana gempa-gempa sebelumnya, seperti di Yogyakarta, Aceh, Pangandaran, dan Bengkulu," katanya, Rabu (9/9). Sayang, Paskah belum mau mengungkap hasil penghitungan sementara, baik kerugian kerusakan rumah dan bangunan, maupun potensi kerugian ekonomi. Alasannya, Bappenas masih terus melakukan penilaian.