Potensi Pertumbuhan Ekonomi Jepang Bisa Ubah Strategi Investasi Dana Pensiun Negara



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah Jepang membuka peluang untuk meninjau kembali komposisi investasi dana pensiun negara seiring meningkatnya potensi pertumbuhan ekonomi akibat perubahan arah kebijakan pemerintah.

Namun, pemerintah menegaskan tidak akan mengintervensi keputusan investasi yang diambil pengelola dana pensiun.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan peningkatan potensi pertumbuhan ekonomi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi alokasi aset Government Pension Investment Fund (GPIF), dana pensiun terbesar di dunia.


"Potensi pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu asumsi yang menjadi dasar dalam peninjauan portofolio dan alokasi aset," ujar Katayama dalam sidang parlemen, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Dana Pensiun Jepang Diminta Tambah Investasi Domestik Memicu Reaksi Pasar Keuangan

Katayama menjelaskan GPIF secara rutin meninjau portofolio dan komposisi investasinya setiap tahun fiskal.

Evaluasi tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek pertumbuhan ekonomi, terutama ketika pemerintah tengah mendorong investasi sebagai motor utama pertumbuhan.

Pernyataan Katayama pada pekan lalu yang mendorong dana pensiun, termasuk GPIF, untuk meningkatkan investasi pada aset domestik sempat memicu penguatan yen dan obligasi pemerintah Jepang.

Meski demikian, sejumlah sumber yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan Jepang belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengubah target alokasi aset dana pensiun negara.

Pemerintah hanya membuka peluang untuk mengoptimalkan investasi pada aset domestik dalam batas fleksibilitas yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Kelola Aset Dana Pensiun Terbesar, Jepang Tidak Berencana Rombak Alokasi Aset Dapen

Saat ini, GPIF membagi portofolionya secara seimbang, masing-masing 25% pada obligasi domestik, obligasi luar negeri, saham domestik, dan saham luar negeri.

Khusus untuk obligasi domestik, GPIF diperbolehkan melakukan penyesuaian hingga enam poin persentase dari target alokasi.

Katayama kembali menegaskan pemerintah akan terus mendorong investasi yang lebih besar pada aset keuangan Jepang, tetapi keputusan investasi tetap berada di tangan pengelola dana pensiun.

"Pemerintah tidak dapat mengintervensi atau memaksa dana pensiun untuk mengubah investasinya," tegasnya.

Dalam sidang yang sama, Katayama juga menyoroti pelemahan yen yang diperdagangkan di kisaran 162 yen per dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, penguatan daya saing ekonomi Jepang akan membantu menjaga kepercayaan terhadap mata uang yen.

Baca Juga: Jepang Dorong Dana Pensiun Pulang Kampung, Pasar Global Waspadai Arus Modal Berbalik

Ia menambahkan pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan apabila terjadi pergerakan nilai tukar yang dinilai berlebihan atau mengganggu stabilitas pasar valuta asing.