Pound Inggris Melemah Jelang Pidato Gubernur Bank of England



KONTAN.CO.ID - LONDON. Nilai tukar pound Inggris melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan euro pada Kamis (8/10/2026), menjelang pidato Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey yang dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Inggris selanjutnya.

Mengutip Reuters, pound sterling terakhir tercatat turun 0,2% terhadap dolar AS menjadi US$ 1,3185. Posisi tersebut hanya sedikit berada di atas level terendah dalam tiga bulan sebesar US$ 1,3181 yang dicapai pada pekan lalu.

Terhadap euro, pound Inggris melemah sekitar 0,1% dan mengakhiri tren penguatan selama sembilan hari berturut-turut. Pound terakhir berada di level 84,79 pence per euro.


"Pasar mengkhawatirkan utang publik dan kenaikan premi berjangka di pasar gilt Inggris, tetapi sejauh ini pound masih bertahan dengan baik," kata Tommy von Brömsen, ahli strategi valuta asing di Handelsbanken.

Baca Juga: Banjir Thailand Sebabkan Kerugian Industri US$178 juta

Menurut dia, perhatian pasar global saat ini belum banyak tertuju pada Inggris. Fokus investor lebih besar mengarah ke Eropa dan Amerika Serikat.

"Fokus global saat ini tidak banyak tertuju pada Inggris. Perhatian lebih besar berada di Eropa dan Amerika Serikat," ujarnya.

Sementara itu, euro berada di bawah tekanan cukup besar dan merosot ke level terendah dalam 17 bulan terhadap dolar AS. Kekhawatiran fiskal di Prancis mendorong imbal hasil obligasi naik tajam sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank Sentral Eropa (ECB).

Pidato Bank of England Jadi Perhatian Pasar

Investor kini menantikan pidato Gubernur BoE Andrew Bailey dan pembuat kebijakan Clare Lombardelli untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga pada bulan depan.

Bailey dan Lombardelli dipandang sebagai anggota berhaluan moderat dalam Monetary Policy Committee (MPC), komite yang menentukan kebijakan suku bunga Inggris. Keduanya menjadi sorotan karena pada pertemuan terakhir memilih mempertahankan suku bunga tetap.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 4%, Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah Terus Berlanjut

"Setiap indikasi bahwa mereka siap mengambil langkah besar dan memilih kenaikan suku bunga dapat semakin menekan euro terhadap pound pada hari ini," kata Chris Turner, kepala global pasar di ING.

Ekspektasi kenaikan suku bunga Inggris juga tercermin dari pasar keuangan. Kontrak berjangka pasar uang menunjukkan probabilitas lebih dari 80% bahwa BoE akan menaikkan suku bunga pada bulan depan.

Selain itu, pasar sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga pertemuan BoE pada Februari mendatang.