KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang pound sterling kembali melemah terhadap euro dan dolar Amerika Serikat (AS) untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran investor terhadap situasi politik domestik Inggris. Pasar global tengah mencermati eskalasi konflik antara Iran dan AS setelah Garda Revolusi Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS pada Kamis (26/6). Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump membantah laporan yang menyebut Washington hampir mencapai kesepakatan dengan Teheran. Di sisi lain, dolar AS menguat didukung permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Investor juga mulai mengalihkan perhatian pada potensi kenaikan suku bunga AS.
Pound Sterling Melemah Tiga Hari Beruntun di Tengah Ketegangan Timur Tengah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang pound sterling kembali melemah terhadap euro dan dolar Amerika Serikat (AS) untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran investor terhadap situasi politik domestik Inggris. Pasar global tengah mencermati eskalasi konflik antara Iran dan AS setelah Garda Revolusi Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS pada Kamis (26/6). Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump membantah laporan yang menyebut Washington hampir mencapai kesepakatan dengan Teheran. Di sisi lain, dolar AS menguat didukung permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Investor juga mulai mengalihkan perhatian pada potensi kenaikan suku bunga AS.
TAG: