Poundsterling melesat tinggalkan The Greenback



JAKARTA. Poundsterling yang kembali prima berhasil mengungguli the greenback yang minim dukungan. Mengutip Bloomberg, Rabu (20/7) pukul 16.25 WIB pasangan GBP/USD melesat 0,61% ke level 1,3191 dibanding hari sebelumnya.

Suluh Adil Wicaksono, Analis PT Millenium Penata Futures mengatakan memang semua faktor di pasar saat ini sedang berpihak pada poundsterling. Hal ini ditunjukkan oleh sajian data yang kinclong sejak awal pekan lalu.

Terbaru data ketenagakerjaan Inggris yang jadi penopang sterling. Mulai dari angka pengangguran Inggris Juni 2016 yang hanya bertambah 400 orang dari bulan sebelumnya yang bertambah 12.200 orang.


Lalu disusul tingkat pengangguran Inggris bulan yang sama juga turun dari 5,0% menjadi 4,9%. Terakhir, index rata-rata upah tenaga kerja di Inggris stabil di level 2,3%.

“Sebelumnya inflasi Inggris tumbuh juga, jadi memang ekonomi Inggris kembali dipandang positif oleh pelaku pasar meredam sentimen negatif akibat Brexit,” ujar Suluh.

Sementara di sisi lain, USD minim dukungan data ekonomi. Meski sektor perumahan AS positif, namun peluang kenaikan suku bunga tetap dipandang kecil tahun ini.

Belum ada data yang pengaruhnya signifikan sehingga bisa mendongkrak optimisme pasar mengenai peluang kenaikan suku bunga The Fed. “Selama hal tersebut masih mengkhawatirkan, sulit bagi USD tampil prima,” kata Suluh.

Menduga pasangan GBP/USD diprediksi masih punya kans untuk lanjutkan penguatan. Karena minimnya data ekonomi AS otomatis semua arah pergerakan datang dari poundsterling.

Hanya saja penguatan bisa mengempis jika data penjualan ritel dan pinjaman sektor publik Inggris benar memburuk seperti dugaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto