Poundsterling perkasa di hadapan euro



JAKARTA. Mata uang negara Inggris perkasa menyusul pernyataan Gubernur Bank of England (BOE), Mark Carney terkait realisasi kenaikan suku bunga acuan yang semakin dekat. Mengacu Bloomberg, Selasa (15/7) pukul 17.33 WIB, pasangan EUR/GBP turun 0,33% menjadi 0,70774. Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menjelaskan pelemahan tersebut masih disebabkan oleh krisis utang Yunani.

Memang Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras telah menyetujui kesepakatan utang baru dari para kreditur. Namun, reformasi yang akan dilakukan Negeri Para Dewa harus diratifikasi terlebih dahulu oleh parlemen yang diberikan tenggat waktu hingga Rabu(15/7). Para petinggi Eropa sepakat memberikan bailout senilai € 86 miliar kepada Yunani. Tapi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi mereka. Mulai dari memangkas anggaran pensiun, meningkatkan penerimaan pajak, liberalisasi pasar tenaga kerja, hingga para wakil kreditur internasional dapat terlibat langsung di Yunani dan memiliki pengawasan penuh atas rancangan undang-undang. Di sisi lain, poundsterling memang sedang menguat akibat pernyataan Carney pada Selasa (14/7). Ia mengungkapkan pengetatan kebijakan moneter akan semakin dekat karena rilis data inflasi Inggris per Juni 2015 yang tercatat 0%. Angka ini sesuai dengan harapan mereka. “Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan BOE pun membesar,” jelas Agus.

Carney juga menyatakan bahwa mereka akan mengerek suku bunga secara bertahap. Para investor memprediksi rencana tersebut akan dieksekusi pada Mei 2016, lebih cepat ketimbang proyeksi sebelumnya di Agustus 2016. Agus memprediksi, pada Rabu (15/7), pasangan EUR/GBP akan kembali melemah. Sebab, Inggris akan merilis data Average Earnings Index per Mei 2015 yang diprediksi 3,3%, lebih baik ketimbang posisi sebelumnya di 2,7%.


Selain itu, ada pula data klaim pengangguran Inggris yakni Claimant Count Change per Juni 2015 yang diprediksi minus 8.900 orang, lebih baik ketimbang sebelumnya di minus 6.500 orang. “Kalau besok parlemen Yunani terima persyaratan dan data Inggris bagus, dua-duanya akan menguat. Tapi Inggris akan lebih bagus sedangkan mata uang Euro menguat terbatas,” jelasnya. Alasannya, meskipun Yunani menerima bailout, perekonomian Negeri Para Dewa masih akan tertekan oleh utang baru tersebut.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan