Poundsterling pun tunduk atas yen



JAKARTA. Minimnya data ekonomi Jepang seharusnya bisa dimanfaatkan poundsterling untuk ungguli yen. Namun nyatanya GBP/JPY tetap dulang koreksi.

Mengutip Bloomberg, Jumat (23/12) pasangan GBP/JPY yang merosot 0,27% ke level 143,94 dibanding hari sebelumnya.

Pasalnya sajian data pertumbuhan ekonomi Inggris kuartal tiga 2016 yang tumbuh dari 0,5% menjadi 0,6% cukup memberikan poundsterling daya tahan. Hanya saja peluang poundsterling memanfaatkan keunggulan tertahan setelah data neraca berjalan Inggris September 2016 defisitnya membengkak dari 22,1 miliar poundsterling menjadi 25,5 miliar poundsterling.


Lalu indeks jasa tiga bulanan Inggris stagnan di level 0,1% dan investasi bisnis di Inggris merosot dari 0,9% menjadi 0,4%.

Steven Hartanto, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures juga mengatakan sentimen pelemahan poundsterling yang jadi faktor pengangkat yen. Karena secara fundamental, yen hanya cenderung mengikuti pergerakan poundsterling sebab pasar Jepang yang libur kemarin. Selain juga karena kebutuhan safe haven yang masih tinggi akibat situasi geopolitik global yang memanas turut menambah keunggulan yen.

"Hal ini masih bisa berimbas di awal pekan karena beban pelemahan poundsterling kemungkinan besar berlanjut hanya saja rentangnya bisa mengempis," tebak Steven. Sebab meski data ekonomi Inggris akan minim, namun beberapa data ekonomi Jepang yang akan rilis dinilai masih akan negatif.

Sebut saja data inflasi Tokyo November 2016 yang diduga stagnan di level minus 0,4%, lalu inflasi nasional yang hanya membaik tipis dari minus 0,4% menjadi minus 0,3%, tingkat pengangguran Jepang bertahan di level 3,0% dan terakhir inflasi inti Jepang yang diperkirakan turun dari 0,3% menjadi 0,2% akan membebani yen. Ini bisa menjadi titik penyesuaian posisi bagi poundsterling.

"Tapi kan ya memang pelemahan yen ini masih diharapkan Bank of Japan demi mengejar target inflasi 2% di tahun 2017 mendatang," ujar Steven. Hanya saja memang poundsterling pun minim dukungan fundamental untuk bisa unjuk gigi atas yen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie