Powell: The Fed Mungkin Perlu Menaikkan Suku Bunga Lebih Tinggi dan Cepat



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan. Langkah ini sebagai tanggapan atas sajian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid baru-baru ini.

Selain itu, bank sentral AS juga bersiap untuk langkah yang lebih besar jika "totalitas" informasi yang masuk menunjukkan tindakan yang lebih keras diperlukan untuk mengendalikan inflas.

"Data ekonomi terbaru datang lebih kuat dari yang diharapkan, menunjukkan bahwa tingkat suku bunga akhir kemungkinan akan lebih tinggi dari yang diantisipasi sebelumnya," kata Ketua The Fed Jerome Powell dalam sambutannya di hadapan Komite Perbankan Senat, Selasa (7/3).


Pernyataan itu adalah yang pertama sejak inflasi tiba-tiba melonjak pada bulan Januari dan pemerintah AS melaporkan peningkatan yang luar biasa besar data penggajian pekerjaan untuk bulan tersebut.

Powell mengatakan, The Fed sadar itu mungkin juga merupakan tanda bank sentral AS perlu berbuat lebih banyak untuk meredam inflasi. Bahkan mungkin kembali ke kenaikan suku bunga yang lebih besar daripada langkah-langkah seperempat poin persentase yang telah direncanakan untuk dipertahankan.

"Jika totalitas data menunjukkan bahwa pengetatan yang lebih cepat diperlukan, kami akan siap untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga," kata Powell. The Fed akan menggelar pertemuan FOMC berikutnya pada 21-22 Maret.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Tergelincir, Menunggu Pidato Powell pada Selasa (7/3)

Komentar Powell menandai pengakuan tegas bahwa "proses disinflasi" yang dia bicarakan berulang kali dalam konferensi pers 1 Februari mungkin tidak berjalan mulus.

Meskipun inflasi "telah moderat," sejak puncaknya tahun lalu, kata Powell, "proses untuk menurunkan inflasi menjadi 2% masih jauh dan kemungkinan akan bergelombang."

Anggota Komite Perbankan Senat akan mengajukan pertanyaan kepada Powell setelah selesai menyampaikan pidatonya. Sidang serupa dijadwalkan di hadapan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Rabu.

Editor: Yudho Winarto