PP Presisi (PPRE) masih incar kontrak baru senilai Rp 700 miliar di sisa tahun 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) tak mengendurkan strategi untuk bisa meraih kontrak baru di sisa tahun ini. Dalam kurun empat bulan terakhir di 2021, PPRE masih mengincar kontrak baru dengan nilai sekitar Rp 700 miliar.

Sekretaris Perusahaan PPRE Adelia Auliyanti mengatakan, dengan melihat potensi pasar yang ada sampai tutup tahun nanti, perusahaan tengah membidik proyek-proyek dari segmen jasa pertambangan dan pekerjaan sipil.

"Rencana target tambahan kontrak baru sampai dengan Desember 2021 kurang lebih Rp 700 miliar," kata dia kepada Kontan.co.id, Kamis (23/9).


Untuk bisa mencapai target yang telah dicanangkan, PPRE pun telah menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp 336 miliar. Dana tersebut didapatkan dari berbagai sumber, antara lain dari perbankan dan leasing. PPRE pun akan mengintensifkan penyerapan capex di sisa tahun ini.

"Realisasi capex hingga Agustus Rp 186 miliar. Dialokasikan untuk penambahan alat berat untuk proyek jasa pertambangan dan pekerjaan sipil," sambung Adelia.

Kinerja PPRE dalam menggenggam kontrak-kontrak baru memang sedang moncer. Lihat saja, sampai dengan Agustus 2021 PPRE telah berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 3,5 triliun atau 95% dari target Rp 3,7 triliun di tahun ini.

Baca Juga: Mitigasi risiko, PP Presisi gencar lirik bisnis jasa pertambangan

 
PPRE Chart by TradingView

Pada bulan Agustus saja, PPRE mengempit kontrak baru sebesar Rp 105,1 miliar. Kontrak tambahan di bulan Agustus antara lain berasal dari proyek pengembangan infrastruktur tambang Multi Harapan Utama (MHU) Rp 65,6 miliar, kontribusi dari entitas anak PT LMA pada Proyek KA Makasar–Parepare Segmen F Arah Tonasa Rp 19,8 miliar.

Selain itu, perusahaan juga memiliki kontrak baru dari pekerjaan pengecoran jalan Rigid Batang dan pekerjaan Rusun Batang, Tol Lubuk Linggau Bengkulu & Jalan Cisumdawu, maupun dari Persewaaan Alat Berat.

Sebelumnya, Direktur Utama PPRE Rully Novianda menerangkan, dengan diperolehnya pekerjaan Proyek MHU, maka komposisi perolehan kontrak baru PPRE hingga Agustus 2021 didominasi oleh lini bisnis mining services 62%, civil work 30% dan sisanya structure work serta production plant 8%. Sebesar 72% kontrak baru tersebut berasal dari non group dan 28% dari PP group.

Direktur Operasi PPRE M. Darwis Hamzah menambahkan, pihaknya  melakukan beberapa proses tender maupun negosiasi baik untuk proyek -proyek infrastruktur melalui APBN maupun proyek jasa tambang yang  diantaranya berada di wilayah Sulawesi, Halmahera, Sumatra dan Kalimantan.

"Hal ini diharapkan dapat menambah kontribusi perolehan kontrak baru hingga Desember 2021 dengan jumlah yang cukup signifikan," pungkas dia.

Selanjutnya: Punya liabilitas Rp 41,27 triliun per semester I-2021, ini kata PTPP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari