PP Properti siapkan capex Rp 1,8 triliun di 2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Properti Tbk (PPRO) optimistis bisa mencatatkan kinerja tahun 2017 melampaui target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Pencapaian kinerja tersebut didukung oleh beberapa pelaksanaan groundbreaking proyek apartemen PPRO sepanjang tahun 2017 ini. Lima apartemen di Bekasi, Bandung, Surabaya dan Malang telah groundbreaking pada pekan lalu.

“Pemasaran dari proyek-proyek yang groundbreaking telah mencapai minimal 60%,” ujar Taufik Hidayat Direktur Utama PPRO dalam keterangan resmi, Rabu (20/12).


Tahun ini, PPRO menargetkan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 3 triliun atau tumbuh 21% dari perolehan tahun 2016. Kontribusi terbesar dibidik dari Grand Kamala Lagoon (GKL) yakni 24%.

Sementara Grand Shamaya Surabaya (GKS) menyumbang 18%, Alton Semarang 11%, Evenciio Depok 10%, Begawan Malang 9% dan sisanya kontribusi dari beberapa proyek lainnya.

Sokongan dari aktivitas belanja modal selama 2017 ini juga mendorong pencapaian target pendapatan usaha hingga mencapai Rp 2,7 triliun atau naik 26% dari pencapaian 2016 sebesar Rp 2,1 triliun.

Dengan pencapaian pada angka pemasaran dan pendapatan usaha, manajemen yakin laba bersih PP Properti juga akan terdorong naik. "Kami optimistis memperoleh laba bersih di 2017 sekitar Rp 440 miliar, tumbuh 21% dari tahun sebelumnya”, pungkas Taufik.

Sementara tahun 2018, lanjut Taufik, akan menjadi masa panen bagi PPRO karena akan akan fokus melakukan pengembangan atau produksi di landbank yang telah dimiliki.

Anggaran capex tahun 2018 yang disiapkan perusahaan sekitar Rp 1,8 triliun. Belanja modal akan digunakan untuk pembayaran cicilan pembelian lahan yang dilakukan tahun sebelumnya.

Tahun depan, PPRO menargetkan marketing sales tumbuh 25%-30% dengan laba bersih tumbuh sekitar 20%-25%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini