KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) mengungkapkan progres proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan nilai kontrak Rp 268,66 miliar. PTPP tengah menggarap proyek penanganan mendesak tanggap darurat bencana alam Sumatera Utara pada ruas Batas Aceh–Kota Sibolga dan Rampa–Poriaha/Mungkur. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan, pekerjaan ini ditujukan untuk memulihkan fungsi jalan pascabencana guna mendukung keselamatan pengguna jalan, mobilitas masyarakat, dan kelancaran distribusi logistik.
Penanganan dilakukan pada 31 titik longsoran yang tersebar sepanjang 131 kilometer. Berdasarkan data progres proyek, realisasi pekerjaan telah mencapai 70,83%, lebih cepat dibandingkan target rencana sebesar 68,42%. “Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur jalan terdampak bencana agar konektivitas antarwilayah dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,” kata Joko dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Masih Tertekan hingga Akhir Oktober Joko menyebutkan, penanganan infrastruktur jalan pascabencana membutuhkan pelaksanaan pekerjaan yang terencana dan didukung metode konstruksi yang sesuai dengan kondisi lapangan. Pada proyek ini, PTPP menerapkan sejumlah teknologi survei dan pemetaan, meliputi Light Detection and Ranging (LiDAR), batimetri, dan fotogrametri untuk mendukung perolehan data kondisi lapangan dalam perencanaan penanganan infrastruktur terdampak bencana. Selain itu, pekerjaan ini menggunakan box concrete sebagai alternatif penanganan pengganti dinding penahan tanah, yang penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. Melalui skema kontrak Design and Build, proses perencanaan dan pelaksanaan konstruksi terintegrasi dalam satu lingkup pekerjaan. “Pendekatan ini mendukung pelaksanaan penanganan pada sejumlah titik longsoran dengan karakteristik dan kondisi lapangan yang beragam,” katanya. Penerapan teknologi survei dan pemetaan serta metode penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan juga diakui Joko menjadi bagian dari upaya PTPP untuk menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan ketepatan pelaksanaan.
Alhasil, infrastruktur yang ditangani nantinya dapat mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. ”Melalui proyek ini, PTPP berkomitmen mendukung upaya pemulihan infrastruktur jalan bersama Kementerian PU, dengan mengedepankan kualitas pekerjaan dan keselamatan, guna membantu memulihkan konektivitas serta menunjang aktivitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah terdampak bencana,” kata Joko.
Baca Juga: Rupiah Tertekan, Dolar Singapura dan Ringgit Malaysia Kian Perkasa, Begini Prospeknya Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News