KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka memberi kepastian bagi konsumen dan memastikan penangkar menjual dengan harga yang wajar, Perkumpulan Penangkar Benih Perkebunan Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBPTI) , merilis harga bibit tanaman perkebunan untuk tahun 2021. Ketua PPBPTI, Badaruddin Sabang Puang, mengatakan, Penetapan harga ini dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan bahan tanam bermutu dengan harga wajar. Ia bilang, harga ini sekaligus menjadi acuan untuk menentukan bibit yang ditawarkan secara tidak rasional, apakah terlalu mahal atau terlalu murah sehingga beresiko pada mutu benih yang tidak layak. “Harga ini didasarkan harga pasar, ongkos produksi dan manfaat dengan pertimbangan masih terjangkau konsumen namun manfaatnya masih melebih biaya yang dibayar. Di sisi lain penangkar bisa mendapatkan keuntungan yang untuk kemudian direinvestasi untuk peningkatan kapasitas. Banyak dari harga rilis ini angka yang sama dari harga beberapa tahun sebelumnya ini sementara harga-harga produk lain sudah meningkat beberapa kali dampak dari inflasi,” jelas Badaruddin dalam siaran pers, Sabtu (13/2).
PPBPTI merilis harga resmi tanaman bibit perkebunan untuk 2021
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka memberi kepastian bagi konsumen dan memastikan penangkar menjual dengan harga yang wajar, Perkumpulan Penangkar Benih Perkebunan Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBPTI) , merilis harga bibit tanaman perkebunan untuk tahun 2021. Ketua PPBPTI, Badaruddin Sabang Puang, mengatakan, Penetapan harga ini dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan bahan tanam bermutu dengan harga wajar. Ia bilang, harga ini sekaligus menjadi acuan untuk menentukan bibit yang ditawarkan secara tidak rasional, apakah terlalu mahal atau terlalu murah sehingga beresiko pada mutu benih yang tidak layak. “Harga ini didasarkan harga pasar, ongkos produksi dan manfaat dengan pertimbangan masih terjangkau konsumen namun manfaatnya masih melebih biaya yang dibayar. Di sisi lain penangkar bisa mendapatkan keuntungan yang untuk kemudian direinvestasi untuk peningkatan kapasitas. Banyak dari harga rilis ini angka yang sama dari harga beberapa tahun sebelumnya ini sementara harga-harga produk lain sudah meningkat beberapa kali dampak dari inflasi,” jelas Badaruddin dalam siaran pers, Sabtu (13/2).