PPGI: Peran Bisnis Gadai Bergeser, Kini Jadi Solusi Kelola Likuiditas Jangka Pendek



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) menilai penggunaan jasa gadai, termasuk untuk barang mewah, lebih didorong oleh kebutuhan dana jangka pendek dibandingkan karena tekanan keuangan.

Sekretaris Umum PPGI Holilur Rohman mengatakan, anggapan bahwa masyarakat kelas atas menggadaikan barang mewah karena mengalami masalah keuangan tidak sepenuhnya tepat.

Baca Juga: Bank Asing Gencar Aksi Korporasi Demi Penuhi Aturan Konglomerasi Keuangan


Menurutnya, kebutuhan dana tersebut umumnya bersifat mendadak atau harus segera dipenuhi, baik untuk keperluan bisnis maupun kebutuhan lain yang telah jatuh tempo.

"Ini tidak benar, masyarakat atas menggunakan jasa gadai untuk barang mewah sifatnya kebutuhan dana yang mendadak atau segera, bisa karena untuk bisnis atau hal lain yang waktunya jatuh tempo," ujarnya kepada Kontan, Kamis (30/7/26).

Holilur menambahkan, karakteristik pinjaman pada segmen tersebut umumnya berjangka pendek. Hal itu juga tercermin dari tenor kredit yang relatif singkat.

Katanya masyarakat kelas atas yang menggadaikan barang-barang mewah mereka memilih menggunakan jasa pergadaian karena proses layanannya mudah dan cepat.

Terlebih pinjaman tersebut juga bersifat sementara dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana dalam jangka pendek sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat mendesak.

Baca Juga: Permata Bank Bukukan Laba Bersih Naik 4,5% di Semester I-2026, Kredit Tumbuh 5,3%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News