PPIH Maksimalkan Visitasi dan Edukasi Agar Jemaah Haji Bisa Beribadah Secara Mandiri



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengintensifkan program visitasi dan edukasi (visduk) guna memastikan seluruh jemaah haji Indonesia memperoleh pembinaan menyeluruh agar mampu menjalankan ibadah secara mandiri.

Pelaksana Layanan Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Arief Rahman, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari sistem pengawasan bertingkat yang dilakukan mulai dari level daerah kerja hingga masing-masing kloter jemaah.

Adapun Daker Makkah yang membawahi 10 sektor dan satu sektor khusus memastikan setiap pembimbing ibadah turun langsung menyapa jemaah.


Baca Juga: KPK Buka Suara: Ini Alasan LHKPN Presiden Prabowo Belum Terlihat Publik

"Tugas Daker adalah melakukan pengawasan terhadap program visduk di sektor. Tujuannya untuk memastikan sejauh mana program-program bimbingan ibadah benar-benar sampai dan dipahami oleh jemaah haji kita," ujar Arief di Makkah, Rabu (6/5/2026).

Menurut Arief, materi yang disampaikan dalam visduk komprehensif. Tidak hanya berkutat pada persoalan fikih ibadah haji, edukasi tersebut juga mencakup teknis perjalanan, manajemen jamaah, hingga informasi layanan kesehatan, akomodasi, dan konsumsi. PPIH juga memberikan jaminan layanan prioritas bagi kelompok rentan.

"Kondisi khusus seperti jamaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas harus dipastikan mendapatkan layanan bimbingan ibadah yang setara dan memadai," kata Arief.

Menariknya, keterbatasan ruang di sejumlah hotel tidak menyurutkan langkah PPIH dalam memberikan edukasi. Arief mengapresiasi inisiatif para petugas di sektor yang memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan bimbingan.

Baca Juga: Guru Honorer Dihapus Mulai 2027, Apakah Akan Jadi PNS/PPPK? Ini Jawaban Mendikdasmen

"Kapasitas mushola hotel memang berbeda-beda, tapi itu bukan hambatan. Kami memanfaatkan teknologi dengan membuat tautan Zoom atau YouTube. Jadi, selain yang hadir fisik di mushola, jamaah yang sedang beristirahat di kamar tetap bisa mendapatkan layanan edukasi ini," ujar Arief.

Menjelang fase puncak haji atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), materi visduk akan semakin dikerucutkan. Edukasi teknis terkait Armuzna sengaja diberikan mendekati waktu pelaksanaan agar ingatan jamaah tetap segar, termasuk kebijakan nafar awal bagi gelombang pertama.

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengingatkan jemaah untuk menghemat energi jelang wukuf. PPIH melarang jemaah melakukan ziarah ke luar Kota Makkah karena akan menguras tenaga dan waktu, meski ziarah di wilayah dalam Makkah masih ditoleransi.

Terkait pelaksanaan tarwiyah, Arief menegaskan bahwa pemerintah tidak menganjurkan namun juga tidak melarang. Bagi jamaah atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang tetap melaksanakannya secara mandiri melalui kerja sama dengan maktab, PPIH mewajibkan adanya pelaporan.

"Kami sudah menyiapkan formulir yang harus diisi. Intinya harus ada jaminan bahwa ibadah jemaah terjamin, keamanannya terjaga, dan fasilitas dasar seperti makan serta tempat tidur tidak terbengkalai," kata Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News