KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 terus memperkuat layanan dan pendampingan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang bersiap meninggalkan Makkah menuju Madinah. Setibanya di Madinah, para jemaah haji akan menjalani masa tinggal selama sembilan hari untuk melaksanakan ibadah sunnah Arbain sebelum kembali ke Indonesia. Kepala Sektor 8 Misfalah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Nur Muhammad mengatakan, saat ini PPIH memusatkan perhatian pada dua agenda penting. Yakni pemberangkatan jemaah ke Madinah serta proses pemulangan jemaah ke Tanah Air. Nur menuturkan, hingga kini pihaknya masih menantikan jadwal resmi dari Daker Makkah mengenai waktu keberangkatan jemaah ke Madinah. Meski demikian, berdasarkan informasi yang telah diterima, ribuan jemaah yang berada di wilayah Sektor 8 diperkirakan akan segera diberangkatkan dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat kita akan melakukan pengiriman. Dan alhamdulillah semua teman-teman petugas itu melaksanakan sesuai dengan SOP-nya," ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH) ditemui di Misfalah, Makkah, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Sebanyak 5.499 Jemaah Haji Gelombang II Direncanakan Tiba Minggu (7/6) Nur menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan proses pendorongan berjalan lancar. Persiapan tersebut meliputi pengaturan barang bawaan jemaah, transportasi, akomodasi, hingga konsumsi selama perjalanan menuju Madinah. "Jadi, 4 jam sebelum keberangkatan tuh sudah kami persiapkan, dari transportasi, akomodasi, dan lain sebagainya itu termasuk makanan tambahan yang nanti dibekal, bawa bekal, umpamanya mereka berangkat jam 12.00, kan mereka mesti dapat jatah makan tuh, itu kita bawakan ke dalam bus untuk mereka persiapan perjalanan," katanya. Nur menyebutkan, jumlah jemaah yang berada di Sektor 8 mencapai 16.708 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 jemaah telah lebih dahulu kembali ke Tanah Air. Nue mengaku tidak memiliki strategi khusus dalam mengawal pergerakan jemaah, baik menuju Madinah maupun menuju Bandara Jeddah untuk kepulangan ke Indonesia. Namun, penguatan soliditas tim menjadi hal yang terus ditekankan. "Yang pertama kami harus menguatkan tim terlebih dahulu. Karena tim sangat penting, ya. Karena kalau timnya itu solid, insyaallah semua bisa terlaksana dengan baik. Tapi kalau timnya itu sudah personal, individu, enggak mau saling membantu, akan terjadi crowded, ya, dalam hal pendorongan jemaah ke Tanah Air maupun ke Madinah nantinya," ucapnya. Menurut Nur, kekompakan tim menjadi kunci dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah. "Alhamdulillah untuk tim di Sektor 8 semua solid, kompak, sesuai dengan tuposinya masing-masing, bekerja saling bahu-membahu," bebernya. Sebagai informasi, saat ini, penyelenggaraan ibadah haji telah memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air. Sementara itu, jemaah haji gelombang kedua terlebih dahulu diberangkatkan ke Madinah untuk menjalankan sunnah Arbain.
Baca Juga: Kemenhaj Minta Maaf, Sejumlah Bagasi Jemaah Haji Indonesia Belum Tiba di Tanah Air Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) per Minggu (7/6/2026), sebanyak 4.499 jemaah haji Indonesia dijadwalkan kembali ke Indonesia. Mereka berasal dari Debarkasi JKG 18 (Jakarta Pondok Gede), KJT 21 (Kertajati), SUB 57, 58, 59, 60, dan 61 (Surabaya), JKS 13 (Jakarta Bekasi), LOP 12 (Lombok), UPG 22 (Ujung Pandang), BTJ 2 (Banda Aceh), PDG 12 (Padang), serta SOC 44 dan 45 (Solo). Sebelumnya, hingga Sabtu (6/6/2026), Kemenhaj mencatat sebanyak 75 kelompok terbang (kloter) dengan total 29.644 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 kloter dengan total 28.536 jemaah dan petugas telah tiba di berbagai debarkasi di Tanah Air. Selain itu, sebanyak 8.579 jemaah dan petugas haji khusus juga telah kembali ke Indonesia. Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan, pihaknya memahami adanya sejumlah penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal maupun keterlambatan selama masa puncak pemulangan jemaah. "Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin," ujar Maria.
Di tengah proses pemulangan tersebut, Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah untuk mematuhi ketentuan barang bawaan, khususnya terkait larangan membawa air zamzam ke dalam koper. "Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi. Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan," kata Maria.
Baca Juga: Pasar Kakiyah, Tanah Abang-nya Makkah yang Jadi Buruan Jemaah Haji Indonesia Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News