PPJT tol Yogyakarta–Bawen resmi diteken, konstruksi dilakukan mulai Agustus 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah proses pelelangan yang dimulai pada 25 November 2019 dan pengumuman pemenang pada 6 November 2020 lalu, proyek Jalan Tol Yogyakarta – Bawen resmi dilakukan Pengusahaan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada hari ini (13/11).

Proyek yang diusulkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 6 November 2020 ini, akan dikerjakan oleh konsorsium PT Jasamarga Jogja Bawen yang terdiri dari lima BUMN. Yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi KaryaTbk, PT Waskita Karya Tbk, PT PP Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero) Tbk.

Jalan tol Yogyakarta – Bawen ini akan melintasi dua provinsi yakni Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalan tol ini terdiri dari enam seksi dengan panjang 75,82 Kilometer (Km). Nilai investasi untuk proyek ini sebesar Rp 14,26 triliun.


Baca Juga: Mengetahui penyebab di balik kenaikan tarif Tol Jakarta-Cikampek

“Insya Allah Agustus 2021 akan kita mulai konstruksi dan kuartal ketiga 2023 akan selesai tersambung di Bawen dan Yogya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat penandatanganan PPJT Tol Yogyakarta – Bawen, Jumat (13/11).

Sebagai informasi, Jalan Tol Yogyakarta – Bawen terdiri dari lima simpang susun (SS) dan satu junction. Yakni Junction Bawen, SS Ambarawa, SS Temanggung, SS Magelang, SS Borobudur dan SS Banyurejo. 

Konsorsium terdiri dari lima perusahaan yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang menguasai 60% saham di Jasamarga Jogja Bawen. Sisanya adalah Adhi Karya dengan kepemilikan saham 12,5%, Waskita Karya dengan 12,5%, PTPP yang juga memiliki 12,5% dan Brantas Abipraya dengan kepemilikan 2,5%. 

Selanjutnya: Ini alasan pengusaha tertarik masuk ke bisnis jalan tol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari