JAKARTA. Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK Gambung), unit kerja PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), menyiapkan 14 juta cutting (stek) bibit teh untuk tahun ini. Ini dilakukan untuk mendukung program revitalisasi teh nasional Kementerian Pertanian, yang mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar untuk program revitalisasi. Direktur PPTK Karyudi mengatakan, sejauh ini PPTK sudah mendapat kontrak penjualan 9,8 juta stek bibit teh untuk gabungan kelompok petani (gapoktan). Harga per stek dibanderol Rp 225. Karyudi menambahkan, bibit yang disiapkan PPTK sudah diakui oleh badan internasional dan mampu memproduksi sekitar 3 ton–4 ton per hektare (ha) per tahun. "Yang kami rekomendasikan adalah Gambung 7 dan 11 karena potensi produksi tinggi," katanya baru-baru ini.
PPTK siap memasok bibit teh untuk revitalisasi
JAKARTA. Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK Gambung), unit kerja PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), menyiapkan 14 juta cutting (stek) bibit teh untuk tahun ini. Ini dilakukan untuk mendukung program revitalisasi teh nasional Kementerian Pertanian, yang mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar untuk program revitalisasi. Direktur PPTK Karyudi mengatakan, sejauh ini PPTK sudah mendapat kontrak penjualan 9,8 juta stek bibit teh untuk gabungan kelompok petani (gapoktan). Harga per stek dibanderol Rp 225. Karyudi menambahkan, bibit yang disiapkan PPTK sudah diakui oleh badan internasional dan mampu memproduksi sekitar 3 ton–4 ton per hektare (ha) per tahun. "Yang kami rekomendasikan adalah Gambung 7 dan 11 karena potensi produksi tinggi," katanya baru-baru ini.