Prabowo Akan Amankan Pasokan Energi dari Rusia, Ini Kata Pakar



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memulai kunjungan kenegaraan ke Rusia pada Senin (13/4/2026). 

Dalam lawatan ini, salah satu agenda utama yang dibawa adalah penguatan kerja sama strategis, terutama di sektor energi untuk menjaga ketahanan dan stabilitas pasokan minyak nasional di tengah dinamika global.

Prabowo sebelumnya bertolak ke Moskow, Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026) untuk bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin. 


Pertemuan kedua pemimpin negara ini dinilai penting karena berlangsung di tengah perubahan lanskap geopolitik dan ekonomi dunia yang terus bergerak cepat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, kerja sama energi menjadi salah satu fokus pembahasan utama dalam pertemuan tersebut. Pemerintah ingin memastikan pasokan energi, khususnya minyak, tetap aman dan stabil bagi kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga: Pendapatan Sektor Energi Rusia Anjlok 27% Meski Ekspor Minyak Meningkat

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujar Teddy.

Selain energi, kedua kepala negara juga dijadwalkan bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik global serta posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Di sisi lain, wacana kerja sama energi dengan Rusia mendapat sorotan dari kalangan akademisi. 

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,  Hikmahanto Juwana, menilai Rusia bisa menjadi salah satu opsi pasokan minyak bagi Indonesia, asalkan memberikan keuntungan harga yang kompetitif.

“Bisa saja sepanjang benar-benar minyak tersebut dibeli dengan harga yang lebih kompetitif,” kata Hikmahanto kepada Kontan.co.id, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Perang Iran Memicu Naiknya Permintaan Produk Energi Rusia

Meski demikian, ia mengingatkan adanya risiko geopolitik yang perlu diperhitungkan. 

Menurutnya, pembelian minyak dari Rusia berpotensi memicu kritik dari negara-negara Barat, terutama Eropa dan Amerika Serikat, yang masih berkaitan dengan konflik di Ukraina.

Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya ketika Pertamina sempat membeli minyak dari Rusia dan mendapat sorotan internasional karena dianggap mendukung agresi terhadap Ukraina.

Dengan demikian, kunjungan Prabowo ke Rusia tidak hanya membawa agenda penguatan kerja sama energi, tetapi juga membuka ruang kalkulasi geopolitik yang lebih luas bagi Indonesia dalam menjaga keseimbangan hubungan dengan kekuatan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News