Prabowo Akui Penerimaan Negara Mulai Meningkat Usai Bersihkan Internal Pajak



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah tengah berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan dengan menyasar berbagai praktik yang selama ini dinilai merugiakan negara.

Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo Subianto  dalam salah satu pernyataannya. Ia menyoroti kebiasaan penyimpangan seperti penyelundupan, manipulasi nilai transaksi, hingga praktik penipuan yang menurutnya harus ditangani secara sistematis.

Dalam sebuah forum diskusi bertajuk Presiden Prabowo Menjawab, Prabowo menyampaikan bahwa pembenahan tersebut tengah dilakukan secara bertahap.


Baca Juga: Respons Gejolak Energi, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Baru

Fokusnya adalah memperbaiki pola kerja birokrasi sekaligus menutup celah-celah yang memungkinkan terjadinya kebocoran penerimaan negara.

Menurut dia, langkah penertiban yang telah berjalan mulai memberikan dampak awal. Ia menyebut kinerja penerimaan pajak pada awal tahun menunjukkan tren peningkatan yang cukup kuat, dengan pertumbuhan yang disebutnya melampaui 30% dalam dua bulan pertama.

"Kalau kita lihat penerimaan pajak kita sudah kelihatan trajecetory naik. Januari, Februari, Maret, ini naiknya cukup signifikan. Naiknya itu sekitar 30%. mudah-mudahan bertahan," kata Prabowo, dikutip Rabu (25/3/2026). 

Prabowo berharap tren positif ini dapat terus berlanjut seiring dengan proses pembenahan internal yang sedang dilakukan, khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Baca Juga: Tol Japek II Selatan Fungsional Dibuka, Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Lancar

Ia menilai perbaikan integritas dan pengawasan di institusi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan.

Tidak hanya berhenti di sektor pajak, Prabowo juga memastikan pembenahan serupa akan diperluas ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pasalnya, sektor kepabeanan juga memiliki peran penting dalam menjaga penerimaan negara dan perlu dibersihkan dari praktik-praktik yang menyimpang.

"Mungkin dengan kita bersihkan Direktorat Pajak, ini ada peningkatan. Ini sekarang Bea Cukai, harus kita bersihkan juga," imbuh Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan peringatan keras kepada para pejabat di berbagai lembaga pemerintah. Ia meminta seluruh jajaran untuk segera berbenah dan menjaga integritas, atau bersiap menghadapi konsekuensi tegas.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Digenjot, Belanja Jumbo Program MBG Rp 355 Triliun Tak Tersentuh

Ia juga mencontohkan langkah yang telah diambil oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, yang disebutnya telah memberhentikan pejabat eselon tinggi di kementeriannya sebagai bagian dari upaya penegakan disiplin internal.

"Kalau Anda lihat menteri PU saya sekarang, Dody, orangnya kan baik. Gak mau main-main. Dia pecat dua Dirjen," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News