KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade terakhir belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan hasil pembangunan dan kekayaan nasional dapat dirasakan lebih adil oleh rakyat. Menurut Prabowo, Indonesia memang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa dasawarsa terakhir. Namun, pertumbuhan tersebut perlu dievaluasi dari sisi manfaat yang diterima masyarakat luas. Baca Juga: PP 20/206 Terbit! Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final 0,5% “Selama beberapa dasawarsa terakhir Indonesia ekonominya memang tumbuh, tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ujar Prabowo dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6/2026). Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Indonesia juga menjadi salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis dunia, mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, batu bara hingga minyak kelapa sawit. Selain itu, pemerintah juga mengklaim telah mencapai swasembada pangan di tengah kondisi global yang masih menghadapi berbagai ketidakpastian. Namun demikian, Prabowo menilai kekayaan tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. “Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” tegasnya. Karena itu, menurutnya Indonesia membutuhkan transformasi ekonomi nasional yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Prabowo menyebut, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka pertumbuhan, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas. Ia menjelaskan ekonomi Pancasila harus memastikan petani memperoleh pupuk dengan harga yang terjangkau, nelayan mendapatkan akses pasar yang lebih baik, pekerja memperoleh penghasilan yang layak, serta kelompok masyarakat miskin mendapatkan perlindungan dari negara. Baca Juga: Aturan Diperketat, Pemerintah Resmi Tutup Celah Pecah Usaha demi Pajak 0,5% Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah tengah menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, pengembangan koperasi dan ekonomi desa, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prabowo juga menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola ekonomi nasional agar kebocoran kekayaan negara dapat ditekan. Dengan demikian, manfaat dari sumber daya alam Indonesia dapat lebih banyak dinikmati masyarakat dan mendukung terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Prabowo Akui Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Belum Dinikmati Merata oleh Rakyat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade terakhir belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan hasil pembangunan dan kekayaan nasional dapat dirasakan lebih adil oleh rakyat. Menurut Prabowo, Indonesia memang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa dasawarsa terakhir. Namun, pertumbuhan tersebut perlu dievaluasi dari sisi manfaat yang diterima masyarakat luas. Baca Juga: PP 20/206 Terbit! Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final 0,5% “Selama beberapa dasawarsa terakhir Indonesia ekonominya memang tumbuh, tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ujar Prabowo dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6/2026). Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Indonesia juga menjadi salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis dunia, mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, batu bara hingga minyak kelapa sawit. Selain itu, pemerintah juga mengklaim telah mencapai swasembada pangan di tengah kondisi global yang masih menghadapi berbagai ketidakpastian. Namun demikian, Prabowo menilai kekayaan tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. “Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” tegasnya. Karena itu, menurutnya Indonesia membutuhkan transformasi ekonomi nasional yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Prabowo menyebut, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka pertumbuhan, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas. Ia menjelaskan ekonomi Pancasila harus memastikan petani memperoleh pupuk dengan harga yang terjangkau, nelayan mendapatkan akses pasar yang lebih baik, pekerja memperoleh penghasilan yang layak, serta kelompok masyarakat miskin mendapatkan perlindungan dari negara. Baca Juga: Aturan Diperketat, Pemerintah Resmi Tutup Celah Pecah Usaha demi Pajak 0,5% Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah tengah menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, pengembangan koperasi dan ekonomi desa, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prabowo juga menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola ekonomi nasional agar kebocoran kekayaan negara dapat ditekan. Dengan demikian, manfaat dari sumber daya alam Indonesia dapat lebih banyak dinikmati masyarakat dan mendukung terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
TAG: