KONTAN.CO.ID - KEPULAUAN TANIMBAR. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal meresmikan peletakan batu pertama alias groundbreaking ladang gas raksasa Blok Abadi Masela, di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada, Kamis (16/7/2026). Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memastikan seluruh persiapan menjelang H-1 pelaksanaan groundbreaking telah mencapai sekitar 90% dan berada pada tahap akhir penyelesaian. “Secara fisik, progres pembangunan infrastruktur pendukung dan seluruh kebutuhan seremoni telah mencapai 90%. Masih ada waktu sekitar 24 jam untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan minor sehingga pada saat pelaksanaan nanti seluruh persiapan dapat rampung 100%,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/7/2026).
Baca Juga: Kementerian PKP Gandeng KAI dan Astra Bangun 1.000 Rusun di Bandung Selain itu, Hendrik berharap agar Presiden Prabowo dapat hadir langsung dalam agenda peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. “Kehadiran Bapak Presiden sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Maluku, khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” tambahnya. Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, menegaskan seluruh aspek pengamanan dan infrastruktur telah dipersiapkan secara menyeluruh melalui koordinasi terpadu antara TNI, Polri, dan instansi terkait. Pihaknya telah menyiapkan dua alternatif rute perjalanan Presiden menuju lokasi groundbreaking. Pertama melalui jalur darat dari bandara menuju lokasi dengan jarak sekitar 27 kilometer. Sementara alternatif kedua menggunakan helikopter dengan fasilitas helipad yang telah disiapkan di kawasan acara. Diberitakan sebelumnya, proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditargetkan memasuki tahap konstruksi tahun 2027. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mendorong percepatan proyek tersebut agar hambatan investasi yang pernah terjadi tidak terulang kembali. Sejumlah tahapan penting telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED).
Baca Juga: Tumbuh 2,1%, Utang Luar Negeri Indonesia Mendekati Rp 8.000 Triliun "Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai, nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tahu Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi," ujarnya beberapa waktu lalu. Blok Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Pemerintah menargetkan proyek yang dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitra ini dapat mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional. "Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu yang terbesar di Indonesia," kata Bahlil. Dalam kunjungan kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026, Bahlil mendapat arahan untuk mempercepat dua agenda utama, yakni investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil mengundang CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, untuk membahas percepatan pengembangan Blok Masela.
Baca Juga: Purbaya: Penanganan Utang KCIC Tinggal Tunggu Proses Administrasi dari Danantara Proyek dengan nilai sekitar US$ 20 miliar ini menjadi salah satu proyek energi terbesar yang tengah didorong pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen INPEX untuk mempercepat penyelesaian Proyek Abadi Masela. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News