Prabowo Buka Peluang Kerja Sama Rusia Bidang Energi hingga Pangan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Rusia di sektor energi dan ketahanan pangan. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan minyak dan gas bumi (migas), energi terbarukan, teknologi nuklir, hingga pertanian dan produksi pupuk.

Prabowo mengatakan, Indonesia menyambut baik keterlibatan Rusia dalam meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan migas di Indonesia.

"Indonesia menyambut baik kerja sama Rusia yang meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas," ujar Prabowo dalam pidatonya di Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, mengutip siaran langsung dari youtube Kesekertariatan Presiden, Kamis (3/9/2026).


Selain migas, Prabowo juga membuka peluang kerja sama di sektor energi terbarukan, jaringan listrik pintar atau smart grids, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai.

Menurutnya, kerja sama nuklir tersebut dapat mencakup teknologi modular maupun skala penuh dengan tetap mengedepankan standar keselamatan tertinggi dan pengamanan internasional.

Baca Juga: Prabowo Dorong Danantara-RDIF Masuk Pembiayaan Proyek Indonesia-Rusia

"Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan cerdas (smart grids), dan tenaga nuklir yang damai, termasuk teknologi modular dan skala penuh, di bawah standar keselamatan tertinggi dan pengamanan internasional," katanya.

Tak hanya energi, Prabowo juga mendorong Rusia untuk memperkuat kerja sama dalam ketahanan pangan Indonesia. Peluang kerja sama terbuka mulai dari teknologi pertanian, benih unggul, pembiakan ternak, hingga mekanisasi pertanian.

Indonesia juga melihat peluang kerja sama dalam pengolahan makanan dan produksi bersama pupuk.

"Di bidang ketahanan pangan, kami melihat peluang dalam bekerja sama dengan Rusia pada teknologi pertanian, benih unggul, dan pembiakan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan makanan, dan produksi bersama pupuk," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kerja sama energi dan pangan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat hubungan strategis dengan Rusia.

Baca Juga: Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik

Sebelumnya, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia tengah mengupayakan swasembada pangan dan ketahanan energi sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Pemerintah juga mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja di dalam negeri.

Prabowo menilai potensi kerja sama Indonesia-Rusia cukup besar karena kedua negara memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Rusia memiliki keunggulan di sektor energi, pupuk, sains, dan teknologi, sementara Indonesia memiliki sumber daya serta pasar yang besar.

"Ekonomi Indonesia dan Rusia bukanlah bayangan cermin (bukan pesaing yang sama). Saya percaya justru itulah mengapa keduanya dapat bekerja sama," kata Prabowo.

Dia pun mengajak pelaku usaha Rusia untuk berinvestasi dan membangun industri bersama di Indonesia. Dari Indonesia, kerja sama tersebut diharapkan dapat diperluas untuk menjangkau pasar ASEAN dan kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Prabowo: Rusia Mitra Penting, Hubungan Naik Jadi Kemitraan Strategis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: