KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya ketahanan dan kemandirian negara dalam menghadapi dinamika global saat ini. Menurut presiden, kekuatan sebuah negara harus dibangun dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema
Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan ketahanan suatu negara berawal dari fondasi di dalam negeri.
Baca Juga: KTT BRICS 2026, Prabowo Bawa Spirit Bandung dan Serukan Persatuan Hal itu mencakup kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan dan energi, menyediakan pendidikan, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. “Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (13/9/2026). Menurut Mantan Menteri Pertahanan ini, penguatan fondasi nasional menjadi modal untuk membangun negara yang tangguh dan mandiri. Dengan begitu, negara memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan arah kebijakannya sendiri. “Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Hadiri KTT BRICS, Tegaskan Peran Indonesia dalam Tata Kelola Global Prabowo menilai prinsip tersebut juga penting dalam kerja sama antarnegara BRICS. Dengan memperkuat ketahanan masing-masing negara, kerja sama di dalam kelompok tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Salah satu sektor yang disoroti Mantan Pangkostrad ini adalah energi. Ia mendorong negara-negara BRICS memperkuat konektivitas sistem energi sekaligus meningkatkan ketahanan energi di kawasan. “Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” katanya. Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri India Narendra Modi yang menjadi tuan rumah sekaligus Ketua BRICS 2026. Ia mengapresiasi kepemimpinan Modi dalam memimpin forum tersebut. Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam KTT BRICS 2026 juga menjadi momentum penting. Prabowo menyebut Indonesia sebagai anggota baru BRICS dan mengapresiasi negara-negara pendiri yang telah menerima Indonesia sebagai anggota organisasi tersebut. “Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS,” kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo di KTT BRICS 2026, Dorong Kekuatan Kolektif Perkuat Tata Kelola Global Ia berharap kerja sama melalui BRICS dapat terus berkembang dan menghasilkan kolaborasi konkret di berbagai sektor strategis. Penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, energi, pendidikan, serta perekonomian negara-negara anggota. Dengan fondasi nasional yang kuat dan kerja sama yang semakin erat, Prabowo menilai negara-negara BRICS dapat membangun ketahanan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian masing-masing negara. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News