Prabowo Dorong BRICS Terlibat dalam Pembangunan Global hingga 2030



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mendorong negara-negara BRICS untuk turut memperkuat pembangunan global, terutama dalam mencapai target Agenda 2030 dan pembangunan berkelanjutan.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menghadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Menurutnya, BRICS memiliki peran strategis dalam memperkuat suara negara-negara Global South dalam menentukan arah pembangunan dunia.

Prabowo mengatakan masyarakat internasional saat ini tengah menuju target Agenda 2030 dan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).


Dalam proses tersebut, terdapat sejumlah komitmen yang perlu terus didorong, mulai dari pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan, hingga pembangunan institusi yang lebih kuat.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Baru 59,8% hingga Agustus 2026, Risiko Shortfall Mengintai

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” ujar Prabowo dalam keterangannya, dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (13/9/2026).

Menurut Prabowo, Agenda 2030 tidak seharusnya hanya dipandang sebagai target yang memiliki batas waktu. Agenda tersebut juga perlu menjadi landasan untuk memastikan negara-negara berkembang memiliki posisi yang tepat dalam pembangunan global.

Karena itu, Prabowo menilai negara-negara Global South perlu mendapatkan ruang yang lebih besar dalam menentukan arah pembangunan dunia, termasuk setelah target Agenda 2030 berakhir.

“Sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar, tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan Agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Prabowo menilai BRICS dapat memainkan peran strategis untuk menyatukan dan memperkuat suara negara-negara Global South.

Baca Juga: Pungutan Pajak Atas Transaksi Digital Luar Negeri Berlaku, Jalin Pastikan Sistem Aman

Dengan kekuatan negara-negara anggotanya, BRICS diharapkan tidak hanya menjadi forum kerja sama antarnegara, tetapi juga ikut mendorong agenda pembangunan yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Prabowo juga menekankan pentingnya ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan dalam membentuk masa depan pembangunan global.

Ia menggambarkan masa depan tersebut sebagai kondisi ketika ketangguhan mampu melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan membawa kesejahteraan bagi generasi saat ini maupun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News