Prabowo: Indonesia Masih Tahan Harga BBM Subsidi Saat Banyak Negara Mulai Panik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah hingga saat ini masih mampu mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski banyak negara menghadapi tekanan di sektor energi.

Menurut Prabowo, kemampuan menjaga harga BBM subsidi tidak lepas dari pengelolaan sektor energi yang dinilai semakin baik, termasuk peran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina dalam menjaga pasokan dan stabilitas energi nasional.

“Dan juga karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita. Kita bisa menjaga BBM yang disubsidi, masih kita tidak naikkan,” ujar Prabowo saat menghadiri peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan HUT ke-50 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jumat (7/8).


Baca Juga: Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10 Kilogram Ganja dari Thailand

Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara lain yang menurutnya mulai menghadapi kepanikan akibat tekanan sektor energi.

“Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang. Bukan tidak menghadapi kesulitan,” katanya.

Prabowo menegaskan, pemerintah tetap menghadapi tantangan ekonomi global. Namun, ia menilai berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah mampu menjaga stabilitas nasional.

Selain sektor energi, Prabowo menyebut Indonesia juga berhasil memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, capaian swasembada pangan mulai terlihat nyata dan menjadi modal penting menghadapi ketidakpastian global.

“Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia dengan penuh kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata. Swasembada pangan nyata,” ujarnya.

Ia mengatakan cadangan pangan nasional kini dalam kondisi aman sehingga Indonesia dinilai lebih siap dibandingkan sejumlah negara lain menghadapi ancaman krisis pangan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kinerja Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Ia mengaku menerima laporan bahwa pendapatan lembaga tersebut meningkat signifikan dalam satu tahun terakhir.

“Saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400%. Ini terus harus kita audit, harus kita cek. Tapi kalau pun tidak 400%, 300% atau 200%, ini signifikan,” katanya.

Prabowo menambahkan berbagai capaian tersebut menjadi modal pemerintah untuk melanjutkan program-program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan seluruh kebijakan pemerintah diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat dengan mengedepankan prinsip akal sehat dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. 

Baca Juga: 4 Penelitian Ungkap Produk Tembakau Alternatif Memiliki Profil Risiko Lebih Rendah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News