Prabowo Ingin Biaya Haji Turun Lagi, Menhaj: Akan Dibahas Bersama DPR



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto berharap biaya haji bisa terus ditekan menjadi bagian evaluasi pelayanan pelaksanaan haji tahun ini. 

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa usulan penurunan biaya ini akan kembali di bahas bersama dengan DPR RI. 

"Nanti akan dibahas, kita akan bahas bersama dengan DPR walaupun dengan harga tahun ini sangat luar biasa," kata Irfan usai melakukan ratas di Hambalang, Rabu (17/6/2026). 


Baca Juga: Antrean Haji Indonesia Berkurang, Kini Tersisa Sekitar 26 Tahun

Menurutnya, pemerintah juga berharap harga biaya haji bisa tetap terjangkau bagi calon jemaah. 

Namun, ia juga mengakui terdapat beberapa tantangan dalam penetapan harga khususnya di tahun ini. 

Dia menyebut beberapa isu utama dalam penetapan harga salah satunya terkait nilai tukar rupiah da kenaikan avtur imbas konflik di Timur Tengah. 

"Kemudian pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya,"terangnya. 

Ke depan, Kemenhaj memastikan upaya penurunan biaya haji tetap akan menjadi prioritas utama. 

Baca Juga: Kementan Siapkan Benih Bawang Putih untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Walau begitu, hal ini akan kembali di diskusikan bersama dengan DPR usai pelaksanaan serangkaian layanan ibadah haji berakhir. 

Dalam kesempatan itu, Irfan juga menyinggung upaya pemerintah dalam menurunkan batas waktu antrean maksimal 26 tahun dari sebelumnya mencapai 35 sampai 50 tahun. 

Namun begitu, Irfan menyebut presiden masih meminta agar antrean haji ini terus ditekan. 

"Tapi walaupun kita tentukan 26, tapi kalau kita lihat sekarang ini, rata-rata yang berangkat sekarang ini 13-14 tahun yang berangkat sekarang ini. Mudah-mudahan nanti tahun depan bisa kita lebih perpendek lagi," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News