KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menanggapi isu banyaknya investor asing yang keluar dari Indonesia. Prabowo menepis bahwa dirinya tidak ramah terhadap investor luar negeri. Bahkan dirinya mengklaim banyak juga calon pemodal asing yang ingin berinvestasi di dalam negeri. "Ada yang mengatakan Prabowo tidak suka dan nanti akan mengusir investor-investor asing. Ternyata tidak seperti itu. Saya ketemu banyak investor-investor yang akan masuk," terang Prabowo dalam Peresmian Pembukaan Munas HIPMI, dipantau secara daring dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).
Kepala Negara menegaskan komitmen Indonesia untuk menarik modal asing tetap kuat, asalkan para investor patuh pada koridor hukum yang berlaku. Lebih lanjut, Prabowo menyindir adanya segelintir pihak, baik lokal maupun asing, yang selama ini diuntungkan oleh lemahnya regulasi dan lebih menyukai kepastian usaha yang abu-abu.
Baca Juga: Prabowo Klaim Banyak Investor Asing Tertarik Proyek Waste to Energy Pemerintah berkomitmen untuk membersihkan praktik-praktik usaha yang tidak sehat demi menciptakan level bermain yang setara bagi pelaku usaha dalam negeri maupun investor global. Penegakan hukum yang tegas dinilai sebagai fondasi utama agar ekonomi nasional tidak jatuh ke dalam ketidakpastian. "Tapi kita ngerti bahwa di antara kita ada yang selalu tidak suka dengan berlakunya hukum. Mereka suka keadaan yang liar! Kalau kita tidak tegakkan hukum, yang terjadi adalah hukum rimba, hukum liar dan di ujungnya tidak baik bagi kita semua," lanjutnya. Sebelumnya, seruan untuk menjual saham Indonesia di antara investor global meningkat. Investor global semakin kehilangan kepercayaan pada Indonesia. Hal ini tercermin dari indeks saham utama negara ini mencatat penurunan tercepat di dunia, sementara rupiah menyentuh level terendah sepanjang sejarah. Hanya lima bulan setelah mencapai rekor tertinggi, indeks saham acuan Indonesia anjlok 37%, menjadikannya kinerja terburuk tahun ini di antara lebih dari 90 indeks global yang dipantau Bloomberg. Rupiah melemah lebih dari 7%, sementara investor asing menarik miliaran dolar dari obligasi pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Cermati Saham yang Banyak Dijual Asing di Tengah Reli IHSG, Selasa (14/4) Perubahan ini terasa dramatis bagi negara kaya komoditas yang sebelumnya menjadi alokasi utama dalam portofolio pasar berkembang.
Kekhawatiran investor dipicu oleh agenda populis dan intervensi pemerintah yang terus meningkat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang selama ini dipandang lebih ramah terhadap investor asing. Konflik di Timur Tengah semakin mempercepat aliran modal keluar dan meningkatkan kehati-hatian global terhadap risiko. "Tren utama di Asia saat ini adalah ‘
Sell Indonesia’," ujar George Boubouras, kepala riset di hedge fund K2 Asset Management, yang mengelola sekitar US$ 4,3 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News