KONTAN.CO.ID – BOGOR. Presiden Prabowo Subianto meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, hingga kecerdasan buatan (
artificial intelligence/AI) untuk menghadapi perkembangan kejahatan yang semakin kompleks di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara di Cikeas, Kabupaten Bogor, Selasa (1/7/2026).
Baca Juga: Hore! Tarif Listrik Tidak Naik pada Kuartal III-2026, Ini Penyebabnya Menurut Prabowo, tantangan penegakan hukum akan semakin berat seiring pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, aparat kepolisian dituntut terus meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya. "Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal," ujar Prabowo. Ia mengatakan, dunia saat ini diwarnai berbagai konflik dan ketegangan, sementara bentuk kejahatan juga terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi, menurutnya, tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Baca Juga: PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 46,9 di Juni 2026, Industri Kembali Terkontraksi "Kejahatan pun semakin canggih dan terus berubah. Ancaman berubah, teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan," katanya. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingatkan sejumlah bentuk kejahatan yang masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia, mulai dari peredaran narkotika, judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, korupsi, penyelundupan, hingga praktik ekonomi ilegal seperti pertambangan dan perkebunan ilegal serta white collar crime. Meski demikian, ia mengapresiasi kinerja Polri bersama kementerian dan lembaga terkait dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi online bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, serta menjaga nihilnya insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Prabowo mengingatkan agar seluruh jajaran Polri tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, tantangan penegakan hukum ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan aparat yang terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensi.
Baca Juga: Menteri Bahlil: Tarif Listrik Juli-September 2026 Tidak Naik "Prestasi yang perlu kita hargai, tetapi saya juga mengatakan dan mengingatkan jangan kita lengah, jangan pernah cepat puas. Tantangan masih besar," tegas Prabowo. Ia menutup arahannya dengan menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui profesionalisme, integritas, dan kesiapan menghadapi berbagai bentuk kejahatan baru yang berkembang seiring kemajuan teknologi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News