Prabowo Klaim Banyak Negara Kini Datang ke Indonesia untuk Beli Beras



KONTAN.CO.ID - NGANJUK. Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim sejumlah negara mulai meminta pasokan beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global dan meningkatnya pembatasan ekspor pangan oleh beberapa negara produsen.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Tingul, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Prabowo Targetkan 20.000 Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Agustus 2026


Menurut Prabowo, sejumlah negara produsen pangan mulai menutup ekspor beras, jagung, hingga gandum akibat tekanan kondisi global.

“Beberapa hari lalu India mengumumkan tutup, tidak ekspor beras, jagung, gandum. Disusul oleh Bangladesh,” ujar Prabowo.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah negara mulai mendatangi Indonesia untuk mencari pasokan beras.

“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita,” katanya.

Prabowo menyebut, negara-negara yang sebelumnya dinilai lebih maju kini justru datang ke Indonesia untuk meminta pasokan pangan.

“Tetangga-tetangga kita, mereka yang lebih hebat dari kita kan begitu, tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta boleh enggak kita beli beras,” ujarnya.

Meski membuka peluang ekspor, Prabowo menegaskan pemerintah tetap akan mengutamakan ketahanan pangan nasional serta menjaga kepentingan petani domestik.

“Saya bilang beri kalau mereka butuh kita harus bantu, kita jual kepada mereka, tapi harganya ya yang oke lah, jangan petani kita korban,” katanya.

Baca Juga: Pemerintah Gagalkan Keberangkatan 32 WNI ke Arab Saudi Tanpa Visa Haji Resmi

Ia juga meminta Perum Bulog tidak menjual beras terlalu murah karena krisis pangan global diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama.

“Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” tegasnya.

Prabowo menilai, capaian swasembada pangan Indonesia menjadi faktor penting yang membuat posisi Indonesia relatif lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan pangan global.

“Saya selalu katakan pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News