KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto akan menggenjot penciptaan lapangan kerja melalui penguatan koperasi desa di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Di saat bersamaan, Prabowo menekankan Indonesia tetap membutuhkan investasi asing, namun tidak boleh bergantung sepenuhnya pada modal dari luar negeri. Prabowo mengklaim koperasi desa yang telah beroperasi mampu membuka ribuan lapangan kerja baru di wilayah pedesaan.
Baca Juga: Prabowo Perkuat Aturan DHE SDA Demi Optimalkan Devisa Ekspor “Setiap koperasi desa akan membuka lapangan kerja normal baru di desa-desa. Setiap koperasi butuh 17 pekerja. Artinya, dari 1.061 koperasi yang sudah operasional, kita telah buka 18.008 kerja baru yang hanya boleh diisi oleh warga desa setempat,” ujar Prabowo dalam pidato rapat paripurna DPR RI terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Menurut Prabowo, penciptaan lapangan kerja melalui koperasi hanya menjadi salah satu bagian dari program prioritas pemerintah. Ia menyebut kabinet telah menyusun klaster program kerja prioritas yang mencakup 60 program hingga 2026. Di sisi lain, Prabowo mengingatkan pentingnya memperkuat kemampuan ekonomi domestik di tengah kebutuhan investasi asing untuk menopang pembangunan. “Kita butuh investasi dari luar, tapi kita tidak mau tergantung hanya investasi dari luar. Kita yakin bahwa kita bisa kerahkan kekuatan kita. Kita tidak boleh mengemis, kita tidak boleh bertekuk lutut, kita tidak boleh menghambakan diri kepada bangsa lain,” katanya. Prabowo menilai pembangunan ekonomi Indonesia harus bertumpu pada kekuatan nasional, termasuk budaya gotong royong dan ekonomi kerakyatan. Ia juga menegaskan negara perlu berperan aktif menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. “Ekonomi kita harus berkeadilan sosial. Negara harus hadir. Negara harus memastikan pertumbuhan sekaligus pemerataan. Negara harus ambil inisiatif untuk bantu rakyat yang belum mampu, rakyat yang belum berdaya,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Pemerintah Susun Draft PP Baru, Wajibkan Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Lewat BUMN Ia mencontohkan sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, Jepang, China, dan Korea Selatan yang menurutnya pernah mengandalkan intervensi negara yang kuat saat menghadapi masa krisis ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di tengah pemerintah menyusun arah kebijakan fiskal dan ekonomi makro tahun depan, termasuk target pertumbuhan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan ketimpangan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News