KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah telah menghemat biaya hingga Rp 50 triliun dari langkah perampingan dan penutupan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menargetkan, penghematan tersebut meningkat menjadi lebih dari Rp 70 triliun hingga akhir 2026. Prabowo mengatakan, penghematan tersebut berasal dari berbagai biaya overhead yang dapat ditekan setelah pemerintah melakukan restrukturisasi BUMN, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan hingga perjalanan dinas. “Dengan perampingan BUMN, hari ini saja kita telah hemat biaya overhead Rp 50 triliun hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Prabowo Klaim Sudah Hemat Rp 50 Triliun dari Penutupan BUMN, Target Rp 70 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah telah menghemat biaya hingga Rp 50 triliun dari langkah perampingan dan penutupan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menargetkan, penghematan tersebut meningkat menjadi lebih dari Rp 70 triliun hingga akhir 2026. Prabowo mengatakan, penghematan tersebut berasal dari berbagai biaya overhead yang dapat ditekan setelah pemerintah melakukan restrukturisasi BUMN, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan hingga perjalanan dinas. “Dengan perampingan BUMN, hari ini saja kita telah hemat biaya overhead Rp 50 triliun hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).