Prabowo: Kopdes Merah Putih Jadi Distributor, Siap Tekan Inflasi & Berantas Rentenir



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak hanya berfungsi sebagai koperasi, tetapi juga akan menjadi tulang punggung rantai pasok pemerintah hingga ke tingkat desa. Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut akan membantu menjaga pasokan barang, menekan inflasi, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap rentenir.

Prabowo mengatakan, saat ini lebih dari 1.000 Koperasi Desa Merah Putih telah mulai beroperasi. Ia mengakui operasional koperasi tersebut masih menghadapi berbagai kendala karena baru berjalan sekitar satu setengah bulan.

“Kita sudah mulai beroperasi lebih dari 1.000 Koperasi Desa Merah Putih. Tentunya baru satu setengah bulan beroperasi banyak kekurangan. Ada yang listriknya belum baik, ada yang airnya belum baik, ada yang belum dapat internet dan sebagainya,” ujar Prabowo dalam Sidang Rapat Paripurna, Senin (20/7/2026).


Meski demikian, ia optimistis pembangunan koperasi akan berlangsung cepat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir tahun ini.

Baca Juga: Prabowo Usul Bantuan Rumah Swadaya Diganti Semen hingga Baja Ringan

“Saya kira ini juga jarang ada negara yang berhasil membuat 30.000 koperasi dalam satu setengah tahun," katanya.

Prabowo menekankan, koperasi yang dibangun bukan sekadar koperasi di atas kertas, melainkan koperasi yang memiliki fasilitas operasional untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Prabowo menegaskan, koperasi yang dibangun merupakan koperasi operasional, bukan sekadar koperasi di atas kertas. Menurutnya, setiap koperasi akan dilengkapi gudang dan kamar pendingin sehingga hasil panen petani di desa tidak akan rusak atau puso, melainkan dapat disimpan terlebih dahulu.

Selain gudang dan fasilitas penyimpanan dingin, Prabowo mengatakan setiap koperasi nantinya akan dilengkapi armada angkutan dan berbagai layanan pendukung.

"Tiap koperasi akan punya dua truk, sekarang mungkin baru satu dan akan datang secara bertahap. Tiap koperasi akan punya gerai-gerai. Tiap koperasi akan menjual obat generik murah. Tiap koperasi akan punya bengkel untuk memperbaiki alat dan mesin pertanian (alsintan). Tiap koperasi akan menyalurkan semua barang-barang subsidi," katanya.

Prabowo menegaskan, barang bersubsidi merupakan hak masyarakat sehingga tidak boleh diperdagangkan secara bebas.

Baca Juga: Prabowo Sebut Digitalisasi Pendidikan RI Diakui Dunia, Indonesia Raih Penghargaan PBB

Menurutnya, keberadaan jaringan koperasi ini akan membuat pemerintah untuk pertama kalinya memiliki rantai pasok dan jaringan distribusi ritel yang terhubung dari pusat hingga desa.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain dari pusat sampai ke desa. Pertama kali dalam sejarah," ujar Prabowo.

Ia menilai jaringan tersebut akan memperkuat kemampuan pemerintah dalam memantau ketersediaan barang di berbagai daerah sehingga praktik penimbunan dapat dicegah.

Prabowo mengatakan, dengan adanya jaringan tersebut pemerintah tidak lagi mudah ditekan oleh kelangkaan barang maupun praktik penimbunan pada saat-saat kritis. Menurutnya, pemerintah akan dapat memantau daerah yang mengalami kekurangan maupun kelebihan pasokan sehingga kelangkaan barang saat Idul Fitri, tahun baru, atau momentum lainnya dapat diantisipasi dengan lebih baik.

Prabowo menambahkan, sistem distribusi tersebut juga akan memudahkan pemerintah memindahkan pasokan dari daerah yang surplus ke daerah yang mengalami kekurangan.

"Satu desa kelebihan telur, di desa lain kurang, kita akan paham dan mengerti dan kita akhirnya akan lebih baik dan lebih cepat untuk mengendalikan inflasi," ujarnya.

Selain memperkuat distribusi barang, Prabowo mengatakan tujuan awal pembentukan Koperasi Desa Merah Putih adalah menghilangkan praktik rentenir yang selama ini membebani petani.

Baca Juga: Prabowo: PT DSI Telah Kelola Devisa US$ 10,5 Miliar Sejak Beroperasi di 1 Juni 2026

"Khusus untuk Koperasi Desa Merah Putih ini niatnya tadi adalah untuk menghilangkan rentenir. Rentenir itu hidupnya adalah dengan mengisap darahnya petani kita. Dengan bunga satu persen sehari tidak mungkin petani produsen kita bangkit," kata Prabowo.

Namun, dalam perkembangannya pemerintah menemukan manfaat yang lebih luas dari keberadaan koperasi tersebut. Menurut Prabowo, perbaikan rantai pasok melalui jaringan koperasi berpotensi menghasilkan penghematan hingga ratusan triliun rupiah.

"Ternyata kita menemukan bahwa rantai pasok ini bisa memicu menghemat ratusan triliun rupiah," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News