KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan dalam pertemuan itu, presiden memberikan berbagai arahan termasuk terkait sektor energi. "Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Undang Petinggi Kampus, Prabowo Minta Dukungan Penguatan Riset 18 Proyek Hilirisasi Saat ditanya apakah ada pembahasan pengelolaan tambang oleh perguruan tinggi, Bahlil menjawab hal itu tidak di bahas secara spesifik. Namun dia tegaskan bahwa pengelolaan tambang oleh universitas memang sudah direstui oleh Undang-Undang. "Tadi tadi tidak dijelaskan secara spesifik ya," ungkapnya. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda resmi Presiden Prabowo Pabowo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk berdiskusi serta menyampaikan pandangan strategis kepada para pemangku kepentingan pendidikan. “Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau,
update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” ujar Prasetyo. Dalam forum tersebut, Prabowo berdiskusi dengan sekitar 1.200 undangan yang terdiri atas rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian komunikasi intensif Presiden dengan berbagai elemen bangsa, khususnya sektor pendidikan. Prasetyo menegaskan fokus Prabowo dalam sepekan terakhir diarahkan pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, seiring dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.
Baca Juga: Izin Prodi Spesialis Baru Diterbitkan: 156 Program Siap Tambah Dokter Sedangkan terkait substansi pembahasan, Menteri Pras menyampaikan diskusi mencakup berbagai isu strategis pendidikan tinggi.
“Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100.000-an,” kata Prasetyo
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News