KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan program peremajaan tanaman tebu nasional dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun, lebih cepat dari rencana awal empat tahun. Percepatan tersebut dilakukan setelah menerima laporan bahwa sebagian besar perkebunan tebu belum diremajakan selama lebih dari satu dekade. “Tadi Menteri Pertanian menyampaikan kepada saya bahwa sudah 12 tahun tidak ada peremajaan tebu,” ujar Prabowo saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia bersama TNI, Jumat (17/7/2026).
Menurut Prabowo, pemerintah semula menargetkan peremajaan dilakukan terhadap sekitar 100.000 hektare lahan tebu setiap tahun sehingga dapat diselesaikan dalam empat tahun.
Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Bangun hingga 50 Pabrik Etanol, Kejar Implementasi Bensin E20 Namun, setelah berdiskusi dengan Menteri Pertanian, target tersebut diputuskan dipercepat menjadi dua tahun. “Mentan melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100.000 hektare per tahun dan dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun,’” kata Prabowo. Prabowo pun menyambut optimisme tersebut, namun mengingatkan agar percepatan program tetap memperhatikan kondisi para menteri yang mengawal pelaksanaannya. “‘Bagus, tapi jangan masuk rumah sakit, Mentan. Jadi dua tahun, tapi negara dan bangsa masih butuh kau,” ujarnya, disambut tawa peserta acara.
Baca Juga: Kuasa Hukum Mengaku Syok Don Ritto Langsung Ditahan Kejagung Usai Pelimpahan Perkara Menurut Prabowo, percepatan peremajaan tebu menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan nasional yang menjadi bahan baku industri gula dan bioetanol. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menargetkan swasembada pangan tercapai sekitar tiga tahun lagi, tepatnya di tahun 2028. Menurut Zulkifli, saat ini pemerintah tengah menyiapkan revisi aturan guna mendorong produksi gula baik konsumsi maupun industri di dalam negeri dalam negeri.
"Kita perlu mempercepat swasembada gula. Beras sudah, jagung yang relatif sudah. Maka, sekarang gula ya. Gula konsumsi kita kurang sedikit, tapi ini kita mau tidak hanya gula konsumsi, tetapi juga gula rafinasi untuk industri. Semua kita bisa, dalam tiga tahun ini kita bisa swasembada, jumlahnya kira-kira 5 juta ton," ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (12/6/2026). Pemerintah, kata Zulkifli, akan menyempurnakan dua regulasi kunci, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) No 40 tentang Swasembada Gula Nasional dan Keputusan Presiden (Keppres) No 15 tentang Percepatan Swasembada Gula. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan untuk petani tebu melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah. Rencana ini akan diatur di Peraturan Pemerintah (PP) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News