Prabowo Minta Warga Punya Rekening, BRI Siap Perluas Akses Perbankan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan kesiapan untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat Indonesia.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut, BRI bakal berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan implementasi perluasan kepemilikan rekening tersebut.

“BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Bapak Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” ujar Hery dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).


Baca Juga: Respons OJK Soal Cakupan Jaminan Ketenagakerjaan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan dalam rapat terbatas bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden juga meminta sejumlah bank, termasuk BRI, untuk mempersiapkan rekening bagi masyarakat.

Dalam implementasinya, pemerintah juga menyiapkan pemanfaatan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang akan dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, termasuk dalam ekosistem sistem pembayaran. Pemanfaatan QRIS juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem transaksi digital.

Hery menilai perluasan kepemilikan rekening dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperkuat efektivitas berbagai program pemerintah.

Dengan semakin banyak masyarakat terhubung dengan sistem perbankan, menurutnya penyaluran berbagai program pemerintah dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan efisien.

Sebagai bank yang fokus pada segmen UMKM, Hery bilang BRI memiliki jaringan dan infrastruktur yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia. Hingga akhir kuartal II-2026, BRI tercatat memiliki 131 juta nasabah individu.

Jangkauan tersebut ditopang oleh 7.377 unit jaringan kantor, 637.000 e-channel, serta 1,13 juta BRILink Agen yang telah menjangkau lebih dari 60.000 desa.

Di sisi digital, super app BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna hingga kuartal II-2026.

Menurut Hery, kombinasi jaringan kantor, agen, dan kanal digital tersebut menjadi modal BRI untuk menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap kantor bank maupun layanan keuangan formal.

“BRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur yang kami miliki, mulai dari jaringan kantor, e-channel, BRILink Agen hingga BRImo, akan terus kami optimalkan sehingga layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Hery.

Baca Juga: BSI Genjot Pembiayaan ke Sektor Usaha BUMN

Lebih lanjut ia bilang perluasan akses perbankan juga harus dibarengi dengan edukasi dan peningkatan literasi keuangan. Dengan demikian, masyarakat tak cuman memiliki rekening, tetapi juga memahami manfaat dan dapat menggunakan layanan perbankan secara optimal.

Kepemilikan rekening diharapkan menjadi pintu masuk masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari transaksi dan pembayaran, menabung, menerima program pemerintah, hingga mengakses produk keuangan sesuai kebutuhan dan profil nasabah.

Hery juga melihat perluasan kepemilikan rekening memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Bagi pelaku usaha mikro dan UMKM, rekening perbankan dapat menjadi bagian dari rekam jejak transaksi yang berpotensi mendukung akses terhadap layanan keuangan lainnya.

Selain itu, penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS dapat semakin mengintegrasikan masyarakat dan pelaku UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital.

“BRI memandang arahan Presiden ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kita bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membuka akses yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Hery.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News