KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberhasilan pembangunan suatu negara sangat bergantung pada kemampuan para elit untuk bekerja sama. Menurutnya, sejarah menunjukkan negara yang berhasil adalah negara yang mampu menyatukan para elitnya, sedangkan negara yang gagal umumnya diwarnai konflik berkepanjangan di kalangan pemimpinnya. Di hadapan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Prabowo mengatakan pembangunan bangsa atau
nation building merupakan proses panjang yang membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa.
Baca Juga: Putusan MK Tak Ganggu Penyaluran MBG, BGN Fokus Wilayah 3T dan Stunting Ia menjelaskan, pembangunan tidak hanya bergantung pada aspek ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan politik, budaya, hingga agama. Karena itu, seluruh kekuatan nasional harus dapat dipersatukan agar mampu memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki Indonesia. Prabowo mengatakan sejarah peradaban dunia memperlihatkan dengan jelas perbedaan antara negara yang berhasil dan negara yang gagal (
failed state). Bahkan, menurutnya, negara yang kaya sumber daya alam pun dapat mengalami kegagalan apabila para pemimpinnya tidak mampu bekerja sama. Ia menilai salah satu pelajaran terpenting dari sejarah adalah perlunya sinergi dan kolaborasi di antara para elit bangsa. Prabowo menyebut elit bangsa tidak hanya terdiri dari elit politik, tetapi juga mencakup elit ekonomi, intelektual, agama, budaya, seni, kalangan produsen, hingga buruh. Menurutnya, tidak ada negara yang berhasil apabila para elitnya terus-menerus terlibat perselisihan. “Perlunya suatu sinergitas antara elit, perlunya ada kerjasama, kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil, elitnya bisa kerjasama. Semua negara yang gagal, elitnya ribut. Apa yang kita maksud dengan elit? Elit-elit adalah unsur pimpinan,” ujar Prabowo dalam Pertemuan dengan Pengusaha KADIN Pusat dan Daerah Seluruh Indonesia, Jumat (31/7/2026). Ia pun mengapresiasi langkah Kadin Indonesia yang sejak awal pemerintahannya menunjukkan komitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional. Prabowo menilai pembangunan bangsa merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tunjukin kepada saya negara mana yang berhasil kalau elitnya ribut terus. Jadi saya sangat terima kasih, saya sangat gembira saudara-saudara dari awal pemerintah yang saya pimpin menunjukkan niat ingin bekerjasama dan ingin berjuang bersama untuk kebaikan seluruh bangsa negara,” ungkapnya. Prabowo mengatakan pembangunan bangsa merupakan pekerjaan besar yang berpijak pada fondasi ekonomi. Menurutnya, persoalan yang paling mendasar dalam pembangunan adalah pemenuhan kebutuhan pangan karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut selama puluhan tahun selalu menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pelajaran dari sejarah. Prabowo mengklaim Indonesia telah mencapai ketahanan pangan dan swasembada pangan dalam waktu yang relatif singkat, meskipun capaian tersebut sempat diragukan oleh banyak pihak. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti nyata sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. Ia meyakini Indonesia mampu menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat, seraya menegaskan bahwa capaian swasembada pangan bukanlah prestasi yang mudah diraih.
Baca Juga: Perkuat Budaya Kerja, Telkom Apresiasi Ratusan Culture Booster Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News