Prabowo Optimistis Kondisi Ekonomi RI Tetap Solid di Tengah Konflik Timur Tengah



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah optimistis kondisi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah tekanan global dan panasnya geopolitik di Timur Tengah.

Presiden Prabowo Subianto menilai kondisi Indonesia saat ini masih relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain di tengah berbagai tekanan global, utamanya di Timur Tengah.

Prabowo mengatakan, penilaian tersebut didasarkan pada hasil kajian terhadap berbagai data dan laporan yang ia terima dari para menteri.


Dari hasil tersebut, ia menyimpulkan bahwa kondisi ekonomi dan stabilitas nasional masih berada dalam kondisi yang cukup aman.

Baca Juga: Prabowo Jamin Pasokan Pangan Aman di Tengah Konflik Timur Tengah

Selain itu, Prabowo juga bersyukur, bahwa kondisi bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dari bangsa-bangsa lain.

“Saya telah mempelajari data-data angka-angka dan dalam kesempatan hari ini saya kira ada kesempatan yang baik. Di mana saya setelah saya mempelajari angka-angka, dapat laporan dari menteri-menteri saya, ternyata kondisi kita cukup aman,” tutur Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026). 

Meski demikian, ia mengakui bahwa Indonesia tetap menghadapi sejumlah tantangan dan kesulitan. Namun, menurutnya, pemerintah memiliki kapasitas untuk menghadapi dan mengatasi berbagai tekanan tersebut.

Di sisi lain, Prabowo juga menyoroti adanya fenomena sosial di dalam negeri, yakni keberadaan kelompok-kelompok masyarakat yang dinilai kurang memiliki semangat kerja sama.

Baca Juga: Pasar Properti RI Terancam Jeblok Akibat Konflik Timur Tengah

Ia menegaskan bahwa kelompok tersebut tetap merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang harus dihormati. “Ada kelompok-kelompok di masyarakat yang mungkin tidak mau bekerja sama. Tapi mereka tetap saudara kita, bagian dari keluarga besar NKRI,” ungkapnya.

Ia mencontohkan seperti sebuah desa yang membutuhkan pembangunan jembatan. Dalam situasi tersebut, sebagian besar warga memutuskan untuk bergotong royong membangun jembatan, meskipun ada sekelompok orang yang memilih tidak ikut serta.

Menurutnya, hal itu bukan menjadi masalah. Warga yang ingin membangun jembatan dipersilakan untuk melanjutkan, sementara yang tidak ingin terlibat juga tidak dipersoalkan.

Baca Juga: Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Lebaran Secara Mewah

Ia bahkan mempersilakan pihak yang tidak ikut untuk sekadar menyaksikan atau memberikan kritik.

“Hanya saya juga enggak mengerti, kalau orang lagi mau bangun jembatan, ada yang duduk, dia tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News